Biopsi Virtual Jadi Angin Surga Buat Pasien Transplantasi Jantung
Minggu, 29 Mei 2022 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Disebutkan Eureka Alert sekitar 3.500 orang di seluruh dunia menerima transplantasi jantung setiap tahun. Sebagian besar pasien mengalami beberapa bentuk penolakan organ. Memang persentase kelangsungan hidup, meski adanya penolakan tetap tinggi. Hanya saja sebagian kecil akan meninggal pada tahun pertama setelah operasi.
Baca juga : Mobil Favorit Yakuza Berubah, dari Toyota Alphard Jadi Prius
Associate Professor Andrew Jabbour, dari Victor Chang Cardiac Research Institute, mengatakan upaya biopsi virtual yang mereka lalukan berpusat pada perbaikan besar langkah perawatan pasien transplantasi jantung.
“Sangat penting bahwa kami dapat memantau pasien ini dengan cermat dan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Sekarang kami memiliki alat baru yang dapat melakukannya tanpa memerlukan prosedur yang sangat invasif, kata Profesor Andrew Jabbour.
Dalam penelitiannya, Profesor Andrew Jabbour mengatakan teknik MRI yang dikembangkan mereka telah terbukti akurat dalam mendeteksi penolakan. “Biopsi virtual baru ini membutuhkan waktu lebih sedikit, non-invasif, lebih hemat biaya, tidak menggunakan radiasi atau agen kontras, dan yang paling penting, pasien lebih menyukainya,” tambahnya.
Baca juga : Mobil Favorit Yakuza Berubah, dari Toyota Alphard Jadi Prius
Associate Professor Andrew Jabbour, dari Victor Chang Cardiac Research Institute, mengatakan upaya biopsi virtual yang mereka lalukan berpusat pada perbaikan besar langkah perawatan pasien transplantasi jantung.
“Sangat penting bahwa kami dapat memantau pasien ini dengan cermat dan dengan tingkat akurasi yang tinggi. Sekarang kami memiliki alat baru yang dapat melakukannya tanpa memerlukan prosedur yang sangat invasif, kata Profesor Andrew Jabbour.
Dalam penelitiannya, Profesor Andrew Jabbour mengatakan teknik MRI yang dikembangkan mereka telah terbukti akurat dalam mendeteksi penolakan. “Biopsi virtual baru ini membutuhkan waktu lebih sedikit, non-invasif, lebih hemat biaya, tidak menggunakan radiasi atau agen kontras, dan yang paling penting, pasien lebih menyukainya,” tambahnya.
(wsb)
Lihat Juga :