Begini Keganasan Serangan Bom Termobarik TOS-1A Rusia, Dampak Kerusakannya Bikin Ngeri
Sabtu, 28 Mei 2022 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Setelah mengenai target, muatan bom membuka wadah bahan bakar dan menyebarkan awan Wilson. Kemudian muatan kedua menyalakan awan bahan bakar yang menghasilkan ledakan berapi-api dan vakum penghisap oksigen.
Baca juga; TOS-2 Tosochka, Sistem Pelontar Api Terbaru Rusia
Ledakan roket menyebabkan perubahan tekanan udara yang begitu cepat dan drastis sehingga menimbulkan kerusakan yang mengerikan. Bahkan perlindungan dalam parit atau gua, di belakang tembok penghalang yang diperkuat, atau dalam beberapa kasus dalam kendaraan lapis baja, tidak akan mampu melindungi manusia.
“Efek utama ... [bom TOS-1] adalah gelombang ledakan bertekanan tinggi berdurasi panjang yang menciptakan ruang hampa, kemudian mengendapkan gelombang balik. Lonjakan tekanan/vakum ini (hingga 427 pon per inci persegi) menyebabkan efek robekan pada bahan lunak (seperti kulit pesawat, permukaan radar, jaringan paru-paru manusia),” tulis US Army Training and Doctrine Command's (TRADOC) unclassified World Equipment Guide (WEG) pada edisi 2011.
![Begini Keganasan Serangan Bom Termobarik TOS-1A Rusia, Dampak Kerusakannya Bikin Ngeri]()
“Dinding dan permukaan di dalam area yang terkena ledakan tidak selalu mampu memberikan perlindungan, bahkan menyebabkan beberapa gelombang tekanan, sehingga memperkuat efek kerusakan dan dapat merobohkan struktur bangunan,” lanjut TRADOC.
Baca juga; Tank T-62 yang Berusia 50 Tahun Dikirim ke Medan Perang Ukraina, Apakah Mesin Perang Rusia Menipis?
Baca juga; TOS-2 Tosochka, Sistem Pelontar Api Terbaru Rusia
Ledakan roket menyebabkan perubahan tekanan udara yang begitu cepat dan drastis sehingga menimbulkan kerusakan yang mengerikan. Bahkan perlindungan dalam parit atau gua, di belakang tembok penghalang yang diperkuat, atau dalam beberapa kasus dalam kendaraan lapis baja, tidak akan mampu melindungi manusia.
“Efek utama ... [bom TOS-1] adalah gelombang ledakan bertekanan tinggi berdurasi panjang yang menciptakan ruang hampa, kemudian mengendapkan gelombang balik. Lonjakan tekanan/vakum ini (hingga 427 pon per inci persegi) menyebabkan efek robekan pada bahan lunak (seperti kulit pesawat, permukaan radar, jaringan paru-paru manusia),” tulis US Army Training and Doctrine Command's (TRADOC) unclassified World Equipment Guide (WEG) pada edisi 2011.

“Dinding dan permukaan di dalam area yang terkena ledakan tidak selalu mampu memberikan perlindungan, bahkan menyebabkan beberapa gelombang tekanan, sehingga memperkuat efek kerusakan dan dapat merobohkan struktur bangunan,” lanjut TRADOC.
Baca juga; Tank T-62 yang Berusia 50 Tahun Dikirim ke Medan Perang Ukraina, Apakah Mesin Perang Rusia Menipis?
Lihat Juga :