Infeksi Cacar Monyet yang Langka Terdeteksi di Eropa, Begini Gejala dan Cirinya
Kamis, 19 Mei 2022 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) infeksi awalnya ditandai dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Termasuk ruam kemudian muncul di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh, akhirnya menimbulkan bercak-bercak perubahan warna, lecet, koreng dan benjolan di kulit.
Di Afrika, di mana penyakit ini endemik, infeksi fatal pada sekitar 10% kasus, tetapi pada sebagian besar kasus, penyakitnya tetap ringan dan sembuh dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu. Secara historis, kasus cacar monyet di luar Afrika telah dikaitkan dengan perjalanan internasional atau impor hewan.
Baca juga; COVID-19 Belum Hilang, Muncul Virus Monkeypox di AS
“UKHSA dengan cepat menyelidiki sumber infeksi ini karena bukti menunjukkan bahwa mungkin ada penularan virus monkeypox di masyarakat, menyebar melalui kontak dekat. Ini langka dan tidak biasa,” kata kata Dr Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis untuk UKHSA.
Secara umum, menurut CDC, virus cacar monyet tidak menyebar dengan mudah antar manusia tetapi dapat masuk ke dalam tubuh melalui kontak dengan kulit yang rusak, saluran pernapasan atau selaput lendir mata, hidung atau mulut. Penularan antar manusia diperkirakan terjadi sebagian besar melalui tetesan pernapasan yang besar, yang berarti tetesan ludah dan lendir yang mengandung partikel virus.
Di Afrika, di mana penyakit ini endemik, infeksi fatal pada sekitar 10% kasus, tetapi pada sebagian besar kasus, penyakitnya tetap ringan dan sembuh dalam waktu sekitar dua hingga empat minggu. Secara historis, kasus cacar monyet di luar Afrika telah dikaitkan dengan perjalanan internasional atau impor hewan.
Baca juga; COVID-19 Belum Hilang, Muncul Virus Monkeypox di AS
“UKHSA dengan cepat menyelidiki sumber infeksi ini karena bukti menunjukkan bahwa mungkin ada penularan virus monkeypox di masyarakat, menyebar melalui kontak dekat. Ini langka dan tidak biasa,” kata kata Dr Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis untuk UKHSA.
Secara umum, menurut CDC, virus cacar monyet tidak menyebar dengan mudah antar manusia tetapi dapat masuk ke dalam tubuh melalui kontak dengan kulit yang rusak, saluran pernapasan atau selaput lendir mata, hidung atau mulut. Penularan antar manusia diperkirakan terjadi sebagian besar melalui tetesan pernapasan yang besar, yang berarti tetesan ludah dan lendir yang mengandung partikel virus.

Lihat Juga :