Pelamar Kerja di Twitter Meroket 263 Persen Sejak Diambil Alih Elon Musk
Rabu, 11 Mei 2022 - 06:30 WIB
loading...
Elon Musk perlu memfinalisasi pembelian Twitter sebelum benar-benar sah jadi pemilik utama. Foto/IST
A
A
A
JAKARTA - Keinginan orang untuk bekerja di Twitter meroket 263 persen sejak diambil alih oleh salah satu orang terkaya di dunia, Elon Musk. Hal itu diungkap oleh Daniel Zhao, ekonom senior dan peneliti statistik dari Glassdoor baru-baru ini.
Dalam penelitiannya, Daniel Zhao melakukan pengamatan terhadap tingkat ketertarikan masyarakat pada lowongan pekerjaan di Twitter. Pengamatan dilakukan sejak 24 April 2022 hingga 30 April 2022.
Durasi itu dipilih setelah tawaran Elon Musk yang membeli Twitter sebesar USD44 miliar atau setara Rp633,8 triliun pada 24 April 2022 lalu diterima oleh para pemegang saham Twitter. Saat berita itu tersebar menurut Daniel Zhao banyak orang yang justru masuk atau meng-klik ke halaman lowongan kerja yang ada di situs resmi Twitter untuk melihat peluang kerja yang tersedia di perusahaan yang berbasis di Menlo Park, Amerika Serikat itu.
Baca juga : Hebot Plat Nomor Mobil Esemka Dianggap Gaib oleh Netizen, Ini Jawabannya
![Pelamar Kerja di Twitter Meroket 263 Persen Sejak Diambil Alih Elon Musk]()
Daniel Zhao mengeluarkan presentase 263 persen dengan cara membandingkannya di periode Maret 2022. Meskipun jumlah klik tidak selalu berkorelasi dengan lamaran pekerjaan sebenarnya yang dikirimkan, peningkatan yang terjadi menunjukkan banyak orang tertarik bergabung dengan Elon Musk di Twitter.
"Katakan apa yang Anda mau tentang Elon, dia memiliki banyak penggemar yang bersemangat untuk bekerja untuknya," jelas Daniel Zhao.
Dalam penelitiannya, Daniel Zhao melakukan pengamatan terhadap tingkat ketertarikan masyarakat pada lowongan pekerjaan di Twitter. Pengamatan dilakukan sejak 24 April 2022 hingga 30 April 2022.
Durasi itu dipilih setelah tawaran Elon Musk yang membeli Twitter sebesar USD44 miliar atau setara Rp633,8 triliun pada 24 April 2022 lalu diterima oleh para pemegang saham Twitter. Saat berita itu tersebar menurut Daniel Zhao banyak orang yang justru masuk atau meng-klik ke halaman lowongan kerja yang ada di situs resmi Twitter untuk melihat peluang kerja yang tersedia di perusahaan yang berbasis di Menlo Park, Amerika Serikat itu.
Baca juga : Hebot Plat Nomor Mobil Esemka Dianggap Gaib oleh Netizen, Ini Jawabannya

Daniel Zhao mengeluarkan presentase 263 persen dengan cara membandingkannya di periode Maret 2022. Meskipun jumlah klik tidak selalu berkorelasi dengan lamaran pekerjaan sebenarnya yang dikirimkan, peningkatan yang terjadi menunjukkan banyak orang tertarik bergabung dengan Elon Musk di Twitter.
"Katakan apa yang Anda mau tentang Elon, dia memiliki banyak penggemar yang bersemangat untuk bekerja untuknya," jelas Daniel Zhao.
Lihat Juga :