Cara Kerja Teleskop Melihat Hilal Bulan Syawal

Minggu, 01 Mei 2022 - 14:36 WIB
loading...
Cara Kerja Teleskop...
Salah satu cara untuk menentukan hilal adalah dilakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal di sejumlah titik atau lokasi menggunakan teleskop atau teropong. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Salah satu cara untuk menentukan hilal adalah dilakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal di sejumlah titik atau lokasi menggunakan teleskop atau teropong. Teropong adalah instrumen alat optik yang digunakan untuk melihat suatu objek yang berada di tempat jauh agar bisa tampak lebih dekat dan jelas.

Prinsip dasar teleskop bukan untuk memperbesar objek tapi hanya membantu untuk mengumpulkan cahaya dari objek tersebut. Besarnya objek yang terlihat bergantung pada sistem lensa atau cermin yang digunakan untuk membuat teleskop tersebut.

Untuk melihat hilal biasanya digunakan teropong bintang pantul yang memiliki satu cermin cekung besar, lensa cembung sebagai okuler, dan satu cermin datar untuk memantulkan cahaya. Cahaya yang masuk dipantulkan oleh cermin datar menuju ke lensa okuler (lensa cembung). Titik fokus F merupakan kumpulan cahaya maksimal yang dikumpulkan oleh cermin cekung besar.



Teropong pantul sering juga disebut sebagai teropong reflektor atau teropong Newtonian, agak beda karena menggunakan cermin sebagai ganti fungsi lensa objektif dan pembaliknya. Cermin lebih mudah dibuat dan murah daripada lensa serta tidak mengalami aberasi kromatik (penguraian warna) seperti lensa.
Cara Kerja Teleskop Melihat Hilal Bulan Syawal


Teropong pantul yang sangat terkenal adalah teropong pantul berdiameter 500 cm di Mount Palomar, Amerika Serikat (AS). Untuk melihat hilal biasanya dilakukan pengamatan setelah matahari terbenam.

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan, Kemenag akan menggelar Sidang Isbat 1 Syawal 1443 H, pada Minggu 1 Mei 2022. Sidang isbat ini mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.



Secara hisab, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Syawal jatuh pada Ahad, 1 Mei 2022 M atau bertepatan dengan 29 Ramadhan 1443 H. Untuk rukyatul hilal atau pemantauan hilal, Kemenag akan melakukan pemantauan di 99 titik di seluruh Indonesia untuk menentukan awal Syawal 1443 Hijriah.
Cara Kerja Teleskop Melihat Hilal Bulan Syawal


Dikutip dari laman kemenag.go.id, Kementerian Agama (Kemenag) tahun ini mulai menggunakan kriteria baru penentuan awal bulan Hijriyah. Kriteria itu mengacu hasil kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) pada 2021.

Selama ini, kriteria hilal (bulan) awal Hijriyah adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam. MABIMS bersepakat untuk mengubah kriteria tersebut menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Hilal Awal Ramadhan...
Mengapa Hilal Awal Ramadhan Menurut Muhammadiyah Tidak Harus 3 Derajat? Ini Penjelasan Lengkapnya
Cara Melihat Hilal Bulan...
Cara Melihat Hilal Bulan dengan Menggunakan Teropong
Faktor Alam Jadi Penentu...
Faktor Alam Jadi Penentu Awal 1 Syawal 1445
Alat untuk Melihat Hilal...
Alat untuk Melihat Hilal dari Tradisional hingga yang Modern
Kecanggihan Teleskop...
Kecanggihan Teleskop James Webb Dinilai Terlalu Lebay
Teleskop James Webb...
Teleskop James Webb Temukan Lubang Hitam Tertua, Bermassa 1,6 Juta Matahari
Fenomena Uranus Bercahaya...
Fenomena Uranus Bercahaya Cincin Tertangkap Kamera NASA
Kerusakan Gyro Diatasi,...
Kerusakan Gyro Diatasi, Teleskop Luar Angkasa Paling Produktif di Dunia Kembali Beraksi
Teleskop James Webb...
Teleskop James Webb Temukan 20 Galaksi yang Terhubung di Alam Semesta
Rekomendasi
Lee Dong Wook Komentari...
Lee Dong Wook Komentari Pemakzulan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Biodata dan Agama Tim...
Biodata dan Agama Tim Tszyu: Kesengsaraan dan Karier di Ujung Tanduk
Deja Vu! Timnas Indonesia...
Deja Vu! Timnas Indonesia Kembali Permalukan Korea Selatan
Berita Terkini
Microsoft Disebut Menunda...
Microsoft Disebut Menunda Pembangunan Data Center Secara Global, Jakarta Ikut Terdampak?
1 jam yang lalu
Buntut Tarif Impor Baru,...
Buntut Tarif Impor Baru, Elon Musk dan Mark Zuckerberg Cs Rugi Rp3,48 Kuadriliun dalam Sehari
5 jam yang lalu
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
11 jam yang lalu
Batas Waktu Berakhir...
Batas Waktu Berakhir Besok! TikTok Belum Laku Terjual
12 jam yang lalu
Mulai DJI, DeepSeek,...
Mulai DJI, DeepSeek, hingga TikTok, Inilah Fantastic Four Taipan Teknologi China yang Mengukir Jejak Inovasi Global
16 jam yang lalu
Bos Epic Games Sebut...
Bos Epic Games Sebut Apple dan Google Lakukan Monopoli dan Berbisnis ala Mafia
16 jam yang lalu
Infografis
Sembilan Peristiwa Penting...
Sembilan Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Ramadan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved