Teleskop James Webb Temukan 20 Galaksi yang Terhubung di Alam Semesta
Senin, 20 November 2023 - 19:34 WIB
loading...
Teleskop Luar Angkasa James Webb (James Webb Space Telescope/JWST) menemukan 20 galaksi yang saling berdekatan dan terhubung di alam semesta. Foto/NASA/ESA
A
A
A
FLORIDA - Teleskop Luar Angkasa James Webb (James Webb Space Telescope/JWST) menemukan 20 galaksi yang saling berdekatan dan terhubung di alam semesta. Penemuan ini membuat para astronom tertarik mengungkap bagaimana struktur paling masif di kosmos terbentuk.
Megastruktur galaksi ini dijuluki “Cosmic Vine” dalam penelitian yang diterbitkan pada 8 November ke database pracetak arXiv. Mereka bergerak melintasi ruang angkasa dalam bentuk busur, diperkirakan membentang sepanjang lebih dari 13 juta tahun cahaya dan lebarnya sekitar 650.000 tahun cahaya.
Sebagai perbandingan, galaksi Bima Sakti kita lebarnya sekitar 100.000tahun cahaya. Para astronom mendeteksi sulur gas dan galaksi yang sangat besar saat mempelajari pengamatan JWST di area yang disebut Extended Groth Strip, terletak di antara konstelasi Ursa Major dan Boötes.
Baca juga; NASA Memperlihatkan Galaksi Andromeda Terbesar di Antariksa
Data Teleskop Luar Angkasa James Webb menemukan rantai masif yang terdiri dari setidaknya 20 galaksi yang saling berdekatan dari alam semesta awal. Data ini dapat mengungkap wawasan tentang bagaimana struktur paling masif di kosmos terbentuk.
Tim ilmuwan secara khusus mencari cahaya dari galaksi-galaksi awal, dengan fokus pada sifat yang disebut pergeseran merah. Ini merupakan ukuran bagaimana cahaya meningkat panjang gelombangnya saat menempuh jarak yang sangat jauh melalui perluasan alam semesta.
Semua galaksi yang diamati di Cosmic Vine menunjukkan pergeseran merah sekitar 3,44, yang berarti cahaya yang dipancarkan oleh benda-benda tersebut menempuh perjalanan antara 11 miliar dan 12 miliar tahun. Ini berarti hampir sepanjang masa hidup alam semesta kita yang berusia 13,8 miliar tahun.
Megastruktur galaksi ini dijuluki “Cosmic Vine” dalam penelitian yang diterbitkan pada 8 November ke database pracetak arXiv. Mereka bergerak melintasi ruang angkasa dalam bentuk busur, diperkirakan membentang sepanjang lebih dari 13 juta tahun cahaya dan lebarnya sekitar 650.000 tahun cahaya.
Sebagai perbandingan, galaksi Bima Sakti kita lebarnya sekitar 100.000tahun cahaya. Para astronom mendeteksi sulur gas dan galaksi yang sangat besar saat mempelajari pengamatan JWST di area yang disebut Extended Groth Strip, terletak di antara konstelasi Ursa Major dan Boötes.
Baca juga; NASA Memperlihatkan Galaksi Andromeda Terbesar di Antariksa
Data Teleskop Luar Angkasa James Webb menemukan rantai masif yang terdiri dari setidaknya 20 galaksi yang saling berdekatan dari alam semesta awal. Data ini dapat mengungkap wawasan tentang bagaimana struktur paling masif di kosmos terbentuk.
Tim ilmuwan secara khusus mencari cahaya dari galaksi-galaksi awal, dengan fokus pada sifat yang disebut pergeseran merah. Ini merupakan ukuran bagaimana cahaya meningkat panjang gelombangnya saat menempuh jarak yang sangat jauh melalui perluasan alam semesta.
Semua galaksi yang diamati di Cosmic Vine menunjukkan pergeseran merah sekitar 3,44, yang berarti cahaya yang dipancarkan oleh benda-benda tersebut menempuh perjalanan antara 11 miliar dan 12 miliar tahun. Ini berarti hampir sepanjang masa hidup alam semesta kita yang berusia 13,8 miliar tahun.
Lihat Juga :