Sutradara Andri Cung Buka Rahasia Bikin Web Series lewat Smartphone
Jum'at, 15 April 2022 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Cinematic Camera Movement
![Sutradara Andri Cung Buka Rahasia Bikin Web Series lewat Smartphone]()
Salah satu tantangan Andri dalam membuat web series ini adalah latarnya yang di alam. Jadi, ia perlu banyak merekam dalam kondisi bergerak. Mulai mengikuti para pemain yang berjalan menjelajahi Sumba, mengikuti para pemain berlarian bersama anak-anak di kampung adat, hingga merekam saat berada di dalam mobil.
Disini ia menggunakan teknologi Cinematic Camera Movement agar rekaman tidak shaky atau goyang. ”Jadi setiap rekaman hasilnya smooth, stabil, dan minim getaran,” ujarnya.
Auto Framerate
![Sutradara Andri Cung Buka Rahasia Bikin Web Series lewat Smartphone]()
Teknologi ini memungkinkan Galaxy S22 Ultra 5G bisa tetap merekam dibawah sinar matahari langsung. Foto: dok Samsung
Tantangan dari alam Sumba yang dihadapi Andri adalah mataharinya yang cukup terik. Dampaknya, hasil rekaman berpotensi overexposure. ”Untungnya, Galaxy S22 Ultra 5G punya Auto Framerate untuk mendapat tingkat kecerahan sesuai ketika merekam. Termasuk saat di bawah terik matahari,” ujarnya.
Dalam hal ini, Auto Framerate mampu menyesuaikan FPS dan shutter speed terhadap kondisi cahaya untuk mendapat tingkat kecerahan dan detail lebih baik. Sehingga alam Sumba seperti Bukit Tenau hingga Pantai Walakiri bisa diabadikan dengan sangat baik.
Nightography
![Sutradara Andri Cung Buka Rahasia Bikin Web Series lewat Smartphone]()
Selain alam, waktu juga jadi tantangan bagi Andri. “Golden hour itu waktunya sangat pendek karena hanya dalam hitungan menit, momen bisa hilang,” ucap Andri. Untungnya, keberadaan Nightography membantu Andri merekam sunset dengan cantik.

Salah satu tantangan Andri dalam membuat web series ini adalah latarnya yang di alam. Jadi, ia perlu banyak merekam dalam kondisi bergerak. Mulai mengikuti para pemain yang berjalan menjelajahi Sumba, mengikuti para pemain berlarian bersama anak-anak di kampung adat, hingga merekam saat berada di dalam mobil.
Disini ia menggunakan teknologi Cinematic Camera Movement agar rekaman tidak shaky atau goyang. ”Jadi setiap rekaman hasilnya smooth, stabil, dan minim getaran,” ujarnya.
Auto Framerate

Teknologi ini memungkinkan Galaxy S22 Ultra 5G bisa tetap merekam dibawah sinar matahari langsung. Foto: dok Samsung
Tantangan dari alam Sumba yang dihadapi Andri adalah mataharinya yang cukup terik. Dampaknya, hasil rekaman berpotensi overexposure. ”Untungnya, Galaxy S22 Ultra 5G punya Auto Framerate untuk mendapat tingkat kecerahan sesuai ketika merekam. Termasuk saat di bawah terik matahari,” ujarnya.
Dalam hal ini, Auto Framerate mampu menyesuaikan FPS dan shutter speed terhadap kondisi cahaya untuk mendapat tingkat kecerahan dan detail lebih baik. Sehingga alam Sumba seperti Bukit Tenau hingga Pantai Walakiri bisa diabadikan dengan sangat baik.
Nightography

Selain alam, waktu juga jadi tantangan bagi Andri. “Golden hour itu waktunya sangat pendek karena hanya dalam hitungan menit, momen bisa hilang,” ucap Andri. Untungnya, keberadaan Nightography membantu Andri merekam sunset dengan cantik.
Lihat Juga :