Huawei Seri Mate 40/P50 Gunakan Zoom Periskop Tertipis di Dunia

Kamis, 18 Juni 2020 - 18:04 WIB
loading...
Huawei Seri Mate 40/P50...
Modul zoom optik kontinu ultra tipis 5,9 mm dikembangkan oleh Ophelia Central Academy. Modul lensa yang akan digunakan Huawei ini terdiri dari 3 grup 1GMO6P dengan panjang fokus setara 85-170 mm, plus aperture 3.1-5.1. Foto/Ist
A A A
SHENZHEN - Huawei mengalami masa-masa yang sangat sulit dengan larangan dagang yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) . Namun, ini tidak menghentikan perusahaan dari pengembangan yang konsisten. (Baca juga: AS Akhirnya Bersikap Melunak Terhadap Huawei, Kok Bisa? )

Setelah dimulainya larangan pada awal tahun lalu, banyak yang mengira Huawei akan bertekuk lutut. Kenyataannya perusahaan terus bertahan. Bahkan, masih mengembangkan dan meluncurkan teknologi baru.

Menurut sebuah laporan baru-baru ini, Ophelia telah berhasil mengembangkan modul zoom kontinu periskop tertipis. Modul ini hanya setebal 5,9 mm. Sampai sekarang, modul sudah dalam pengujian Huawei.

Digital Chat Station dalam akun Weibo-nya mengatakan, mereka memiliki alasan untuk berspekulasi bahwa modul ini akan digunakan pada ponsel seri Huawei Mate 40 atau P50. Sementara seri Huawei Mate 40 akan tiba akhir tahun ini, P50 baru merapat ke pasar awal tahun depan.

Laman Giz China menyebutkan, modul zoom optik kontinu ultra tipis 5,9 mm dikembangkan oleh Ophelia Central Academy. Lensa modul ini terdiri dari 3 grup "1GMO6P". Panjang fokus yang setara mencapai 85-170 mm dan aperture adalah 3.1-5.1.

Dengan grup lensa ini, satu modul dapat mencapai zoom kontinu daya tinggi dan pemfokusan real-time. Teknologinya juga dapat mempertahankan resolusi zoom kontinu pembesaran tinggi.

Selain itu, sensor memberikan kualitas gambar yang tinggi dalam focal length 3-7 kali. Pada saat yang sama, dengan dukungan teknologi motor piezoelektrik sumbu panjang, produk ini dapat secara efektif meningkatkan stabilitas, pengulangan, dan akurasi lensa.

Meskipun Huawei tidak mengembangkan teknologi ini, mereka mungkin akan memiliki kehormatan untuk meluncurkannya. Ini merupakan nilai tambah lain untuk smartphone Huawei yang saat ini sedang berjuang di pasar Eropa.

Namun, jangan salah tentang kondisi ini, bisnis smartphone Huawei sedang berjalan baik. Bahkan, perusahaan baru-baru ini melampaui Samsung untuk menjadi merek ponsel cerdas terbesar di dunia.

Huawei mungkin tidak menjual banyak ponsel di luar China, tetapi penjualannya di Negeri Tirai Bambu lebih dari sekadar luar biasa. Tampaknya semakin AS menyerang Huawei, maka semakin banyak warga setempat merasa perlu untuk melindungi perusahaan lokalnya itu.

Hanya dibutuhkan beberapa ratus juta unit untuk menjadi merek smartphone terbesar di dunia. Namun, China memiliki miliaran orang dan statistik menunjukkan bahwa hampir setiap orang memiliki smartphone.

Menurut Counterpoint Research, Huawei memiliki hampir 40% pasar handphone China. Jadi, kita sekarang dapat melihat mengapa cukup mudah bagi Huawei untuk naik ke nomor satu dunia.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HUAWEI WATCH FIT 5 Series...
HUAWEI WATCH FIT 5 Series Bawa Diabetes Risk Study dan Ultra Sports Tracking
1 dari 9 Orang Indonesia...
1 dari 9 Orang Indonesia Kena Diabetes, Huawei Bawa Solusi di Pergelangan Tangan
HUAWEI Mate 80 Pro Resmi...
HUAWEI Mate 80 Pro Resmi Masuk Indonesia, Tampil Lebih Unggul dengan Kamera dan Durabilitas Ekstra
Telinga Makin Mahal:...
Telinga Makin Mahal: Membedah Janji Anti-Bising TWS Baru Huawei Seharga Rp2,9 Juta
Dianggap Berbahaya,...
Dianggap Berbahaya, Huawei Dilarang Digunakan di Eropa
Produksi Smartphone...
Produksi Smartphone pada Q1 2026 Turun 41 Persen
Segera Meluncur, HUAWEI...
Segera Meluncur, HUAWEI WATCH FIT 5 Series dengan Studi Risiko Diabetes Pertama di Industri
Huawei Luncurkan LiDAR...
Huawei Luncurkan LiDAR 896, Sistem Kemudi Otonom Supercerdas
Mobil Wagon Sporty Rakitan...
Mobil Wagon Sporty Rakitan Huawei dan GAC Tes Jalan saat Suhu Dingin
Rekomendasi
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved