Telinga Makin Mahal: Membedah Janji Anti-Bising TWS Baru Huawei Seharga Rp2,9 Juta
Selasa, 21 April 2026 - 09:46 WIB
loading...
Huawei kembali menantang pasar earbud premium lewat FreeBuds Pro 5, tak lagi sekadar pamer kejernihan musik, melainkan menjual ruang sunyi. Foto: Huawei Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Telinga orang modern makin mahal. Dulu, headset sekadar alat untuk mendengarkan musik. Kini, ia jadi alat bertahan hidup. Terutama bagi kaum pekerja perkotaan. Butuh rapat online di kafe bising. Butuh kedap suara saat di KRL.
Itulah pasar yang diincar Huawei. Mereka baru saja merilis jagoan baru di Jakarta: Huawei FreeBuds Pro 5. Ini kelas flagship. Kelas atas. Harganya Rp2.999.000. Nyaris tiga juta.
Masuk akalkah harga itu? Mari kita bedah.
Pasar TWS (True Wireless Stereo) sekarang sudah berdarah-darah. Yang murah bertebaran. Harga seratus ribuan banyak buatan China. Tapi, Huawei memilih menepi dari perang harga itu. Mereka jualan teknologi penangkal bising.
Namanya Dual-Engine AI Noise Cancellation. Tidak main-main. Di dalam perangkat sekecil biji kacang itu, ada cip yang memproses suara bising 400.000 kali per detik. Performanya diklaim naik 220 persen dibanding generasi sebelumnya.
Mereka memadukan low-frequency dynamic driver dan high-frequency micro planar diaphragm. Ditambah otak kecerdasan buatan (AI sensing model MIMO) dan mikrofon digital ultra-HD. Bunyi mesin, suara rel kereta, atau obrolan sebelah meja diblokir rapat.
Itulah pasar yang diincar Huawei. Mereka baru saja merilis jagoan baru di Jakarta: Huawei FreeBuds Pro 5. Ini kelas flagship. Kelas atas. Harganya Rp2.999.000. Nyaris tiga juta.
Masuk akalkah harga itu? Mari kita bedah.
Pasar TWS (True Wireless Stereo) sekarang sudah berdarah-darah. Yang murah bertebaran. Harga seratus ribuan banyak buatan China. Tapi, Huawei memilih menepi dari perang harga itu. Mereka jualan teknologi penangkal bising.
Namanya Dual-Engine AI Noise Cancellation. Tidak main-main. Di dalam perangkat sekecil biji kacang itu, ada cip yang memproses suara bising 400.000 kali per detik. Performanya diklaim naik 220 persen dibanding generasi sebelumnya.
Mereka memadukan low-frequency dynamic driver dan high-frequency micro planar diaphragm. Ditambah otak kecerdasan buatan (AI sensing model MIMO) dan mikrofon digital ultra-HD. Bunyi mesin, suara rel kereta, atau obrolan sebelah meja diblokir rapat.
Lihat Juga :