Tips Bikin Foto Epic untuk Media Sosial lewat Kamera Galaxy S22 Series
Jum'at, 01 April 2022 - 15:58 WIB
loading...
A
A
A
Pro Mode di Low Light
Fitur Pro Mode sedikit tricky. Tapi, jika bisa memakainya akan epik hasilnya. Itu dituturkan Gesit, saat memotret Pantjoran PIK dengan vibe ala Chinatown. Ia memakai Pro Mode di kondisi pencahayaan rendah. ”Dua fitur yang saya pakai adalah color tone dan focus peaking,” kata Gesit.
Dalam memotret, Gesit menyebut bahwa biasanya proses color grading atau retouch dilakukan setelah mengambil gambar. ”Tapi, dengan Pro Mode di Galaxy S22 5G dan S22+ 5G, kita bisa atur brightness, contrast, shadow, dan elemen lainnya sebelum memotret dengan color tone,” katanya.
Dampaknya, ia bisa tahu seperti apa tone warna yang dihasilkan dari foto. ”Misalnya, saat kita foto jajaran lampion atau tempat makan penuh lampu. Kita bisa tahu nuansa yang akan terlihat seperti apa,” katanya.
Focus peaking di Pro Mode, sebut Gesit, menunjukkan area mana saja yang optimal untuk menjadi fokus. Sehingga memudahkan memotret foto low-light karena bisa menentukan obyek mana yang akan dijadikan pusat foto.
Auto Framing
Selain memaksimalkan fitur-fitur di Pro Mode, Gesit menyarankan untuk bermain komposisi ketika memotret di Pantjoran PIK. ”Sebab, ada banyak objek yang bisa dimaksimalkan untuk menciptakan komposisi foto yang lebih unik. Misalnya, teknik framing, gerbang utama, jembatan, hingga jajaran tenant di tempat ini bisa kita jadikan frame untuk menegaskan objek yang kita foto di tengahnya,” kata Gesit. Ia sendiri memakai fitur Auto Framing yang membantu mengambil komposisi dengan baik.
Format RAW
Mada suka sekali memotret dengan format RAW memakai Galaxy S22 5G dan S22+ 5G. Mengapa? ”Karena format RAW punya dynamic range lebih tinggi hingga lebih banyak informasi dan detail yang didapat dari foto tersebut,” katanya.

Fitur Pro Mode sedikit tricky. Tapi, jika bisa memakainya akan epik hasilnya. Itu dituturkan Gesit, saat memotret Pantjoran PIK dengan vibe ala Chinatown. Ia memakai Pro Mode di kondisi pencahayaan rendah. ”Dua fitur yang saya pakai adalah color tone dan focus peaking,” kata Gesit.
Dalam memotret, Gesit menyebut bahwa biasanya proses color grading atau retouch dilakukan setelah mengambil gambar. ”Tapi, dengan Pro Mode di Galaxy S22 5G dan S22+ 5G, kita bisa atur brightness, contrast, shadow, dan elemen lainnya sebelum memotret dengan color tone,” katanya.
Dampaknya, ia bisa tahu seperti apa tone warna yang dihasilkan dari foto. ”Misalnya, saat kita foto jajaran lampion atau tempat makan penuh lampu. Kita bisa tahu nuansa yang akan terlihat seperti apa,” katanya.
Focus peaking di Pro Mode, sebut Gesit, menunjukkan area mana saja yang optimal untuk menjadi fokus. Sehingga memudahkan memotret foto low-light karena bisa menentukan obyek mana yang akan dijadikan pusat foto.
Auto Framing
Selain memaksimalkan fitur-fitur di Pro Mode, Gesit menyarankan untuk bermain komposisi ketika memotret di Pantjoran PIK. ”Sebab, ada banyak objek yang bisa dimaksimalkan untuk menciptakan komposisi foto yang lebih unik. Misalnya, teknik framing, gerbang utama, jembatan, hingga jajaran tenant di tempat ini bisa kita jadikan frame untuk menegaskan objek yang kita foto di tengahnya,” kata Gesit. Ia sendiri memakai fitur Auto Framing yang membantu mengambil komposisi dengan baik.
Format RAW

Mada suka sekali memotret dengan format RAW memakai Galaxy S22 5G dan S22+ 5G. Mengapa? ”Karena format RAW punya dynamic range lebih tinggi hingga lebih banyak informasi dan detail yang didapat dari foto tersebut,” katanya.
Lihat Juga :