7 Teknologi Ini Mengubah Perang Menjadi Lebih Canggih dan Mengerikan

Senin, 21 Maret 2022 - 18:02 WIB
loading...
A A A
Kapal selam merevolusi perang angkatan laut dengan memperkenalkan kapal bawah air yang mampu menyerang kapal musuh. Serangan kapal selam pertama yang berhasil terhadap kapal perang terjadi selama Perang Saudara Amerika, yang berlangsung dari tahun 1861 hingga 1865.

Pada bulan Februari 1864, kapal selam Konfederasi CSS H.L. Hunley menenggelamkan USS Housatonic di perairan lepas pantai Carolina Selatan.

BACA JUGA: Ini 4 Kontroler Terbaik untuk Main Game di PC

Saat ini, militer menggunakan kapal selam untuk membawa rudal, melakukan pengintaian, mendukung serangan darat, dan membangun blokade.

4. Rudal Tomahawk

Tomahawk adalah jenis rudal jelajah jarak jauh yang dirancang untuk terbang pada ketinggian yang sangat rendah dengan kecepatan subsonik. Ini memungkinkan senjata digunakan untuk menyerang berbagai target permukaan.

Rudal bertenaga mesin jet ini pertama kali digunakan secara operasional selama Operasi Badai Gurun pada tahun 1991. Rudal bergerak dengan kecepatan sekitar 550 mil per jam (880 km/jam), dan menggunakan penerima GPS untuk menentukan target mereka dengan lebih akurat.

5. Pesawat Siluman

Pesawat siluman , seperti namanya, membantu pilot menghindari deteksi radar di langit. Sementara pesawat tidak dapat sepenuhnya tidak terlihat oleh deteksi radar.

Pesawat siluman menggunakan berbagai teknologi canggih untuk mengurangi pantulan pesawat, spektrum frekuensi radio, dan emisi radar dan inframerah. Teknologi siluman meningkatkan kemungkinan serangan yang berhasil, karena musuh lebih sulit menemukan, melacak, dan bertahan melawan pesawat ini.

BACA JUGA: Merokok di Dalam Mobil kena Denda Rp47 Juta di Jerman

Pengembangan teknologi siluman kemungkinan dimulai di Jerman selama Perang Dunia II, tetapi beberapa contoh modern paling terkenal dari pesawat siluman Amerika termasuk F-35 Lightning II, F-22 Raptor dan B-2 Spirit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Rekomendasi
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
Berita Terkini
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Infografis
Lebih Unggul Mana, Ini...
Lebih Unggul Mana, Ini 5 Perbedaan iOS dan Android
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved