Pemadaman Listrik di Chernobyl Bikin Gugup Ukraina, Radiasi Limbah Nuklir Bisa Menyebar
Kamis, 10 Maret 2022 - 22:37 WIB
loading...
A
A
A
Para staf di fasilitas nuklir tersebut bertanggung jawab untuk menonaktifkan lokasi dan memastikan pembuangan bahan radioaktif yang aman. Namun, sejak disandera Rusia mereka tidak bisa menjalankan tugas untuk menjaga keamanan Chernobyl.
"Saya sangat prihatin dengan situasi sulit dan penuh tekanan yang dihadapi staf di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Termasuk potensi risiko yang ditimbulkannya untuk keselamatan nuklir," kata Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi dikutip SINDOnews dari laman sciencealert, Kamis (10/3/2022).
Baca juga; Efek Perang Rusia Ukraina, Radiasi Nuklir di Chernobyl Meningkat 20 Kali Lipat
![Pemadaman Listrik di Chernobyl Bikin Gugup Ukraina, Radiasi Limbah Nuklir Bisa Menyebar]()
Beberapa ahli energi nuklir mengatakan, bahaya radiasi dari bekas limbah nuklir mungkin tidak seperti tragedi Chernobyl dulu. Sebab, batang bahan bakar bekas nuklir sekarang berusia 22 tahun dan jauh lebih dingin daripada sebelumnya.
"Batang bahan bakar bekas nuklir berusia minimal 22 tahun. Jadi panasnya sudah cukup rendah dan tinggal sedikit panas untuk dihilangkan. Meski begitu, sirkulasi udara alami harus cukup," Mark Nelson, Pelaksana Radiant Energy Fund, yang memberi nasihat kepada perusahaan dan organisasi nirlaba tentang energi nuklir melalui Twitter.
"Saya sangat prihatin dengan situasi sulit dan penuh tekanan yang dihadapi staf di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Termasuk potensi risiko yang ditimbulkannya untuk keselamatan nuklir," kata Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi dikutip SINDOnews dari laman sciencealert, Kamis (10/3/2022).
Baca juga; Efek Perang Rusia Ukraina, Radiasi Nuklir di Chernobyl Meningkat 20 Kali Lipat

Beberapa ahli energi nuklir mengatakan, bahaya radiasi dari bekas limbah nuklir mungkin tidak seperti tragedi Chernobyl dulu. Sebab, batang bahan bakar bekas nuklir sekarang berusia 22 tahun dan jauh lebih dingin daripada sebelumnya.
"Batang bahan bakar bekas nuklir berusia minimal 22 tahun. Jadi panasnya sudah cukup rendah dan tinggal sedikit panas untuk dihilangkan. Meski begitu, sirkulasi udara alami harus cukup," Mark Nelson, Pelaksana Radiant Energy Fund, yang memberi nasihat kepada perusahaan dan organisasi nirlaba tentang energi nuklir melalui Twitter.
(wib)
Lihat Juga :