Energi Nuklir Bakal Jadi Pilihan di Masa Depan
Kamis, 30 April 2026 - 01:52 WIB
loading...
Ilustrasi PLTN. FOTO / Dok MPI
A
A
A
JAKARTA - Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), mengungkap kesiapan Indonesia dalam mengembangkan energi nuklir sebagai bagian dari transisi energi nasional yang berkelanjutan.
Prof. Purnomo Yusgiantoro (Founder dan Dewan pembina PYC) menegaskan bahwa pengembangan energi nuklir tidak hanya merupakan persoalan teknologi, tetapi juga kesiapan tata kelola, komunikasi publik, dan mitigasi risiko.
Hal ini diperkuat dalam penutup oleh Ibu Filda C. Yusgiantoro (Ketua Umum PYC), yang menekankan komitmen PYC dalam mendorong kebijakan energi berbasis kajian yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada ketahanan energi jangka panjang.
Diskusi menghadirkan beragam perspektif strategis. Dr. Yayat Ruyat (Dewan Pertahanan Nasional) menyoroti bahwa energi nuklir memiliki nilai geopolitik, geostrategi, dan geoekonomi yang signifikan dalam memperkuat kemandirian energi, daya saing industri, serta stabilitas nasional.
Namun, pembangunan PLTN juga harus diposisikan sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional mengingat statusnya sebagai objek vital strategis.
Sementara itu, Ir. Djarot Sulistio Wisnubroto (BRIN & Dewan Riset Nasional) menegaskan bahwa tantangan utama pengembangan energi nuklir di Indonesia tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial.
Prof. Purnomo Yusgiantoro (Founder dan Dewan pembina PYC) menegaskan bahwa pengembangan energi nuklir tidak hanya merupakan persoalan teknologi, tetapi juga kesiapan tata kelola, komunikasi publik, dan mitigasi risiko.
Hal ini diperkuat dalam penutup oleh Ibu Filda C. Yusgiantoro (Ketua Umum PYC), yang menekankan komitmen PYC dalam mendorong kebijakan energi berbasis kajian yang inklusif, transparan, dan berorientasi pada ketahanan energi jangka panjang.
Diskusi menghadirkan beragam perspektif strategis. Dr. Yayat Ruyat (Dewan Pertahanan Nasional) menyoroti bahwa energi nuklir memiliki nilai geopolitik, geostrategi, dan geoekonomi yang signifikan dalam memperkuat kemandirian energi, daya saing industri, serta stabilitas nasional.
Namun, pembangunan PLTN juga harus diposisikan sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional mengingat statusnya sebagai objek vital strategis.
Sementara itu, Ir. Djarot Sulistio Wisnubroto (BRIN & Dewan Riset Nasional) menegaskan bahwa tantangan utama pengembangan energi nuklir di Indonesia tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial.
Lihat Juga :