6 Tips Memperpanjang Umur Baterai Smartphone

Sabtu, 26 Februari 2022 - 07:42 WIB
loading...
6 Tips Memperpanjang Umur Baterai Smartphone
Tips memperpanjang umur baterai smartphone bisa dilakukan dengan beberapa cara. Foto: dok POCO Indonesia
A A A
JAKARTA - Tips memperpanjang umur baterai smartphone penting untuk diketahui. Ponsel saat ini memang sudah dibekali banyak teknologi canggih.

Contohnya POCO M3 Pro 5G , ponsel yang dibanderol Rp2.599.000 (4/64GB) dan Rp2.899.000 (6/128GB) itu dibekali kapasitas baterai 5.000 mAh, prosesor Dimensity 700 Dual 5G (7nm), hingga koneksi 5G.

Namun, semakin banyak fitur, bisa semakin boros baterai yang digunakan. Bagaimana caranya agar tidak boros? Berikut tipsnya:

1. Matikan yang tidak digunakan
Fitur yang tidak digunakan namun tetap aktif kadang berpengaruh dalam konsumsi baterai. Karena akan terus menyedot baterai. Maka dari itu, saat tidak digunakan, ada baiknya fitur-fitur tersebut dinonaktifkan agar daya pakai smartphone bisa lebih lama lagi.

Apa saja? Misalnya fitur koneksi seperti Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS atau lokasi. Jika merasa tidak terlalu butuh, ya matikan saja.

Cara paling mudah untuk mematikan semua fitur boros baterai itu adalah dengan mengaktifkan Airplane Mode. Apalagi ketika kamu berada di area yang tidak memiliki layanan seluler, baterai akan cepat habis karena terus aktif mencari koneksi yang ada.

Karena itu, Airplane Mode merupakan fitur yang berjasa untuk menghemat baterai. Jangan lupa, jaringan selular biasanya lebih boros baterai ketimbang Wi-Fi.

BACA JUGA: Cara Memilih Teknologi Fast Charger Terbaik di 2022

Selain fitur konektivitas, mode getar juga diklaim sebagai fitur yang menyedot baterai dalam jumlah besar. Pasalnya, saat getar diaktifkan, perangkat akan berusaha keras untuk memutar alat penggerak sehingga menghasilkan vibrasi. Inilah yang akan membuat baterai cepat boros.

2. Matikan aplikasi usaidipakai
Membiarkan aplikasi terbuka di background akan membuat baterai smartphone terkuras dalam waktu cepat. Bahkan smartphone kadang suka nge-lag. Nah, untuk melakukan hal ini, tak perlu aplikasi khusus. Android Authority menyebut jika aplikasi khusus “killer app” hanya menambah beban konsumsi baterai. Lagipula, apa susahnya mematikan aplikasi langsung dengan jari kita?

3. Gunakan internet dengan bijak
Layanan seluler menyedot baterai lebih besar ketimbang wi-fi. Maka dari itu, saat sedang berinteraksi di dunia maya, jika memungkinkan, gunakan koneksi data dari Wi-Fi. Apalagi, penggunaan Wi-Fi juga bisa menghemat kuota data seluler.

4. Atur layar
Kecerahan layar yang cukup tinggi ternyata juga mampu menyedot baterai dalam jumlah besar. Bahkan layar merupakan musuh baterai paling utama. Maka dari itu, atur kecerahan layar serendah mungkin dari fitur Pengaturan smartphone. Atau bisa juga menggunakan fitur

Adaptive Brightness yang membuat kecerahan layar diatur secara otomatis tergantung pada situasi dan kondisi pencahayaan di sekitar.
Selain itu, atur kunci layar dalam durasi yang lebih cepat. Yang terbaik adalah pengaturan kunci layar selama 15 detik saat smartphone tidak digunakan.

5. Batasi lokasi dan data
Hampir semua aplikasi butuh info lokasi perangkat atau location services. Ini juga salah satu fitur yang boros baterai. Oleh karena itu, sebisa mungkin matikan Location Service melalui Pengaturan. Bisa juga menonaktifkan opsi Location and Google Search karena semua fitur ini membutuhkan konsumsi baterai yang cukup besar.

6. Gunakan mode hemat baterai
Mode hemat baterai bisa dibilang jadi “pahlawan” bagi perangkat smartphone. Hampir semua pabrikan smartphone memiliki fitur ini untuk bisa menghemat baterai hingga bertahan lebih lama dari yang diharapkan.

Fitur penghemat baterai secara otomatis mematikan aplikasi yang ada di background, mampu mengelola aplikasi dengan baik, mengendalikan pengaturan pada smartphone secara otomatis, dan yang terpenting, secara otomatis menonaktifkan aplikasi yang boros baterai.
(dan)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.4422 seconds (10.55#12.26)