Swiss Bangun Hyperplane Bertenaga Hidrogen, Bisa Bepergian Secepat Roket
Kamis, 10 Februari 2022 - 23:16 WIB
loading...
Perusahaan Startup Swiss Destinus membangun hyperplane, perpaduan hibrida antara roket dan pesawat terbang yang bebas emisi dan berkelanjutan. Foto/Autoevolution
A
A
A
ZURICH - Perusahaan Startup Swiss Destinus membangun hyperplane, perpaduan hibrida antara roket dan pesawat terbang yang bebas emisi dan berkelanjutan. Hyperplane memiliki kemampuan untuk mengirimkan kargo dari satu sisi dunia ke sisi lain hanya dalam dua jam.
Hyperplane Destinus adalah pesawat roket unik yang dapat melakukan perjalanan ke ketinggian dekat angkasa dengan kecepatan 15 kali kecepatan suara. Pesawat hybrid ini akan dapat lepas landas dan mendarat secara horizontal dari bandara besar manapun, menggunakan mesin jet bertenaga hidrogen.
Dikutip SINDOnews dari laman Autoevolution, Kamis (10/2/2022), setelah mencapai ketinggian dan kecepatan yang diperlukan, hyperplane beralih ke mesin roket hidrogen kriogenik, untuk mencapai kecepatan hipersonik. Hyperplane Destinus sepenuhnya otonom dan mesinnya 30 dB lebih tenang daripada pesawat supersonik.
Baca juga; China Produksi Pesawat Luar Angkasa Baru Berpenumpang Kecepatan Capai 4.180 Km/Jam
Hyperplane menggabungkan teknologi pesawat luar angkasa dengan glider sehingga mampu melakukan perjalanan antar benua hanya dalam dua jam tanpa menghasilkan emisi berbahaya. Ini juga merupakan solusi berkelanjutan untuk pengiriman, yang mampu melakukan ribuan siklus penerbangan.
Hyperplane Destinus adalah pesawat roket unik yang dapat melakukan perjalanan ke ketinggian dekat angkasa dengan kecepatan 15 kali kecepatan suara. Pesawat hybrid ini akan dapat lepas landas dan mendarat secara horizontal dari bandara besar manapun, menggunakan mesin jet bertenaga hidrogen.
Dikutip SINDOnews dari laman Autoevolution, Kamis (10/2/2022), setelah mencapai ketinggian dan kecepatan yang diperlukan, hyperplane beralih ke mesin roket hidrogen kriogenik, untuk mencapai kecepatan hipersonik. Hyperplane Destinus sepenuhnya otonom dan mesinnya 30 dB lebih tenang daripada pesawat supersonik.
Baca juga; China Produksi Pesawat Luar Angkasa Baru Berpenumpang Kecepatan Capai 4.180 Km/Jam
Hyperplane menggabungkan teknologi pesawat luar angkasa dengan glider sehingga mampu melakukan perjalanan antar benua hanya dalam dua jam tanpa menghasilkan emisi berbahaya. Ini juga merupakan solusi berkelanjutan untuk pengiriman, yang mampu melakukan ribuan siklus penerbangan.

Lihat Juga :