18.000 Catatan Mesir Kuno di Era Pemerintahan Ptolemy XII Ditemukan
Senin, 07 Februari 2022 - 19:08 WIB
loading...
Arkeolog mendapatkan catatan Mesir kuno terbesar yang pernah ditemukan sejak awal abad ke-20. Foto/Athribis Project Tubingen
A
A
A
KAIRO - Arkeolog mendapatkan catatan Mesir kuno terbesar yang pernah ditemukan sejak awal abad ke-20. Notepad itu ditemukan di kota Athribis yang telah lama hilang dari muka bumi.
Pecahan tembikar bertinta ini banyak ditemukan karena lebih mudah digunakan oleh orang Mesir kuno. Disamping itu, penggunaan tembikar sebagai catatan ternyata lebih terjangkau dibanding papirus.
Sisa-sisa guci pecah dan bejana lain digunakan di Mesir kuno setiap hari untuk merinci daftar belanja, perdagangan rekaman, menyalin literatur, dan mengajari siswa cara menulis dan menggambar juga ditemukan.
Faktanya, sejumlah besar ostraca yang ditemukan di situs arkeologi Athribis tampaknya merupakan sisa-sisa sekolah kuno.
BACA: Buru Makam Cleopatra, Arkeolog Temukan 20 Mumi di Situs Aswan Mesir
"Ada daftar bulan, angka, masalah aritmatika, latihan tata bahasa dan 'abjad burung'. Setiap huruf diberi nama burung yang namanya dimulai dengan huruf itu," kata ahli Mesir Kuno Christian Leitz dari Universitas Tubingen di Jerman seperti dikutip Science Alert, Senin (7/2/2022).
Pecahan tembikar bertinta ini banyak ditemukan karena lebih mudah digunakan oleh orang Mesir kuno. Disamping itu, penggunaan tembikar sebagai catatan ternyata lebih terjangkau dibanding papirus.
Sisa-sisa guci pecah dan bejana lain digunakan di Mesir kuno setiap hari untuk merinci daftar belanja, perdagangan rekaman, menyalin literatur, dan mengajari siswa cara menulis dan menggambar juga ditemukan.
Faktanya, sejumlah besar ostraca yang ditemukan di situs arkeologi Athribis tampaknya merupakan sisa-sisa sekolah kuno.
BACA: Buru Makam Cleopatra, Arkeolog Temukan 20 Mumi di Situs Aswan Mesir
"Ada daftar bulan, angka, masalah aritmatika, latihan tata bahasa dan 'abjad burung'. Setiap huruf diberi nama burung yang namanya dimulai dengan huruf itu," kata ahli Mesir Kuno Christian Leitz dari Universitas Tubingen di Jerman seperti dikutip Science Alert, Senin (7/2/2022).
Lihat Juga :