Badai Matahari Terjang Bumi, Frekuensi Radio di Rusia Lumpuh

Jum'at, 04 Februari 2022 - 19:16 WIB
loading...
Badai Matahari Terjang...
Rusia mengalami gangguan frekuensi radio cukup lama saat badai matahari menghantam Bumi. Foto/NASA
A A A
JAKARTA - Rusia mengalami gangguan frekuensi radio cukup lama saat badai matahari menghantam Bumi. Tak hanya membuat sinyal radio kacau, beberapa wilayah juga mengalami pemadaman listrik.

Coronal mass ejection (CME) atau badai matahari melontarkan energinya pada 29 Januari 2022. Badai matahari yang cepat dan mengakibatkan badai geomagnetik itu terlempar ke atmosfer Bumi pada 3 Februari 2022.

Badai ini membawa miliaran ton partikel matahari yang bergerak cepat membawa medan magnet yang mengikatnya. Ketika ini menabrak atmosfer Bumi, itu dapat menyebabkan kekacauan di bawah, termasuk kemungkinan pemadaman radio.

BACA: Wahana Antariksa NASA Capai Jarak Terdekatnya dengan Matahari

Fisikawan cuaca luar angkasa Tamitha Skov menulis di Twitter: "Inilah yang dilakukan aurora dari badai matahari yang sedang berlangsung terhadap radio VHF di Rusia sekarang."

Skov sempat membagikan klip audio radio Rusia di mana angin matahari dapat terdengar mengganggu siaran.

Pusat Cuaca Luar Angkasa AS (SWPC) memberi peringkat badai matahari pada skala "G1 Kecil", yang paling tidak intens, hingga "G5 Ekstrim".

Tetapi bahkan badai matahari yang lebih lemah pun dapat mengganggu komunikasi radio dengan radiasi energi tinggi yang dapat mereka bawa. Radiasi ini dikatakan mencakup seluruh spektrum elektromagnetik.

Menurut SWPC, ketika CME yang kuat bertabrakan dengan magnetosfer Bumi, semua radiasi ekstra itu dapat merusak satelit komunikasi dan navigasi. CME juga dapat mengganggu jaringan listrik.

BACA JUGA: Pertama Kalinya Dalam 18 Tahun, Pengguna Harian Facebook Menurun

"Ini dapat menyebabkan pemadaman listrik yang bahkan bisa berlangsung berhari-hari jika badai matahari terjadi sangat kuat," kata SWPC.

Prakiraan cuaca luar angkasa Kantor Met mengatakan, CME yang diluncurkan pada 29 Januari 2022, akan menunjukkan tingkat badai geomagnetik kecil.

Sementara, data selanjutnya dari British Geological Society menunjukkan bahwa sebenarnya tingkat badai geomagnetik sedang yang terjadi dapat menyebabkan lebih banyak gangguan.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
3 Astronot Terjebak...
3 Astronot Terjebak di Stasiun Luar Angkasa, China Luncurkan Misi Penyelamatan
Meteor Cirebon Jadi...
Meteor Cirebon Jadi Alarm Bahaya, Fisikawan IPB Ungkap Ancaman Asteroid hingga Badai Matahari
Errol Musk: Rusia Punya...
Errol Musk: Rusia Punya Roket Luar Angkasa Berkualitas Sangat Baik
Rekomendasi
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
Berita Terkini
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Akhirnya, Trio Maple...
Akhirnya, Trio Maple Haven Bisa Dikendalikan Langsung Lewat Game Mobile
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved