Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?

Senin, 01 Juni 2026 - 21:13 WIB
loading...
Apakah Kehidupan di...
Planet Mirip Bumi K2-18b. FOTO/ VIET
A A A
LONDON - Para ilmuwan baru saja meluncurkan perburuan alien dalam kampanye pengamatan berskala besar yang menargetkan planet misterius K2-18b.

Dalam beberapa tahun terakhir, K2-18b telah menjadi salah satu eksoplanet paling menarik bagi para astronom, dengan potensi untuk menampungkehidupan ekstraterestrial.

Terletak sekitar 124 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Leo, planet ini mengorbit bintang katai merah dan berada di dalam zona di mana air cair dapat eksis, yang sering disebut sebagai "zona layak huni".

Berkat pengamatan dari Teleskop Luar Angkasa James Webb,para ilmuwanmenemukan bahwa atmosfer K2-18b mengandung sejumlah besar karbon dioksida dan metana.

Kombinasi unik ini menjadikannya kandidat utama untuk kelompok planet yang dikenal sebagai "Hycean" –duniadengan atmosfer kaya hidrogen yang menutupi lautan air cair yang luas yang membentang di seluruh planet.

Karena karakteristik yang menjanjikan ini, K2-18b telah menarik perhatian para peneliti dalam program Pencarian Kecerdasan Ekstraterestrial (SETI).

Baru-baru ini, sebuah tim ilmuwan internasional menggunakan dua teleskop radio paling canggih di dunia untuk memantau sistem bintang planet tersebut, dengan harapan dapat mendeteksi sinyal teknologi yang dipancarkan oleh peradaban luar angkasa.

Hasil penelitian, yang dipublikasikan sebagai manuskrip ilmiah diarXiv,menunjukkan bahwa, meskipun sistem tersebut merekam jutaan sinyal potensial selama pengamatan, tim peneliti tidak mendeteksi sinyal radio pita sempit buatan yang kemungkinan berasal dari K2-18b pada tingkat teknologi yang setara dengan manusia modern.

Untuk melaksanakan kampanye pengamatan berskala besar ini, para ilmuwan mengerahkan dua fasilitas astronomi terkemuka di dunia: jaringan teleskop radio Karl G. Jansky Very Large Array (VLA) di New Mexico, AS, dan teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan.

Keduanya merupakan alat pengamatan radio tercanggih di Bumi. Koordinasi simultan antara dua sistem seperti itu jarang terjadi, karena membutuhkan tingkat sinkronisasi teknis dan pemrosesan data yang sangat kompleks.

Mungkinkah asteroid yang tidak merusak menjadi 'induk' kehidupan di Bumi?
Namun, dalam astronomi radio modern, perangkat keras hanyalah setengah dari cerita. Sama pentingnya adalah sistem perangkat lunak yang bertanggung jawab untuk menyaring dan menganalisis sejumlah besar data yang dikumpulkan.

Sebagian besar sinyal yang ditangkap oleh teleskop radio sebenarnya berasal dari aktivitas manusia di Bumi, mulai dari satelit dan sistem telekomunikasi hingga perangkat elektronik lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Rekomendasi
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved