Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?

Senin, 01 Juni 2026 - 21:13 WIB
loading...
A A A
Selain itu, para ilmuwan sedang menyiapkan metode pengujian berdasarkan fenomena planet yang melintas di belakang bintang induknya.

Jika sinyal menghilang selama periode tersebut, itu bisa menjadi bukti bahwa sumbernya terletak di sebuah planet.

Namun, selama periode survei, K2-18b tidak melalui fase ini, sehingga metode di atas tidak diperlukan.

Setelah menerapkan semua lapisan penyaringan data, hasil akhirnya cukup jelas: tidak satu pun sinyal teknologi yang lolos kriteria evaluasi.

Dengan kata lain, para ilmuwan belum menemukan bukti adanya peradaban yang memancarkan sinyal radio dari K2-18b.

Sekilas, hasil ini mungkin mengecewakan bagi banyak orang. Namun, dalam sains, tidak menemukan sesuatu sama pentingnya dengan membuatpenemuanbaru.

Berkat survei ini, para peneliti telah menentukan batas atas daya transmisi sinyal dari sistem bintang K2-18b. Jika peradaban memang ada di sana, mereka tentu tidak memancarkan sinyal yang lebih kuat daripada sinyal dari stasiun radar Arecibo yang legendaris yang pernah beroperasi di Puerto Rico.

Yang terpenting, penelitian ini telah menunjukkan efektivitas sistem penyaringan data otomatis generasi berikutnya. Dengan jutaan sinyal yang direkam, analisis manual hampir tidak mungkin dilakukan.

Di masa depan, ketika proyek-proyek besar seperti teleskop radio Square Kilometer Array generasi berikutnya mulai beroperasi, jumlah data yang dikumpulkan akan jauh lebih besar.

Perangkat pengolahan data yang diuji pada K2-18b hari ini akan menjadi dasar bagi para ilmuwan untuk melanjutkan pencarian mereka akan kehidupan di luar bumi.

K2-18b mungkin sedang diam saat ini, tetapi bukan berarti planet itu tidak berpenghuni. Dan jika suatu hari planet misterius itu benar-benar "berbicara," umat manusia akan memiliki telinga yang lebih canggih untuk mendengarkannya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Bandar Antariksa di...
Bandar Antariksa di Biak: Kenapa Papua Jadi Pilihan BRIN untuk Peluncuran Satelit?
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Rekomendasi
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
Argentina Bentrok Inggris...
Argentina Bentrok Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
Berita Terkini
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved