Arkeolog Temukan Candi Buddha Abad Ke-3 Sebelum Masehi di Pakistan
Kamis, 03 Februari 2022 - 23:02 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, kata Olivieri, misi mereka adalah untuk melestarikan arkeologi penting kota dari penjarahan. Karena banyak yang berusaha melakukan penggalian ilegal dan menjual hasilnya di pasar barang antik asing.
"Selama bertahun-tahun, kami telah mengamati apa yang keluar dari parit fondasi rumah modern, penggalian pertanian, dan lubang yang ditinggalkan oleh penggalian rahasia. Jadi ada petunjuk bahwa ada monumen besar di sana," katanya.
Kuil itu terletak di sepanjang jalan kuno menuju monumen Buddha utama kota kuno itu, sebuah stupa selebar 20 meter. Selain candi, arkeolog juga menemukan lebih dari 2.000 artefak termasuk koin, permata, segel, potongan tembikar, pahatan batu, dan patung.
"Beberapa di antaranya memuat prasasti kuno yang dapat digunakan untuk menentukan penanggalannya," kata Olivieri.
Kota Barikot dulunya disebutkan sebagai "Bazira" atau "Beira" dalam sumber-sumber klasik dari zaman Alexander Agung, yang menaklukkan kerajaan Gandhara yang sudah kuno pada 327 SM.
"Selama bertahun-tahun, kami telah mengamati apa yang keluar dari parit fondasi rumah modern, penggalian pertanian, dan lubang yang ditinggalkan oleh penggalian rahasia. Jadi ada petunjuk bahwa ada monumen besar di sana," katanya.
Kuil itu terletak di sepanjang jalan kuno menuju monumen Buddha utama kota kuno itu, sebuah stupa selebar 20 meter. Selain candi, arkeolog juga menemukan lebih dari 2.000 artefak termasuk koin, permata, segel, potongan tembikar, pahatan batu, dan patung.
"Beberapa di antaranya memuat prasasti kuno yang dapat digunakan untuk menentukan penanggalannya," kata Olivieri.
Kota Barikot dulunya disebutkan sebagai "Bazira" atau "Beira" dalam sumber-sumber klasik dari zaman Alexander Agung, yang menaklukkan kerajaan Gandhara yang sudah kuno pada 327 SM.
Lihat Juga :