Temukan 60 Juta Sarang Ikan Es, Ilmuwan Terkejut Ada Koloni Besar di Bawah Laut Antartika

Jum'at, 14 Januari 2022 - 08:09 WIB
loading...
Temukan 60 Juta Sarang...
Para ilmuwan terkejut ketika menemukan koloni ikan es yang begitu banyak di bawah laut Semenanjung Antartika. Foto/science.org/Alfred Wegener Institute/Ps124 Awi Ofobs Team
A A A
PARA ilmuwan terkejut ketika menemukan koloni ikan yang begitu banyak di bawah laut Semenanjung Antartika . Ada sekitar 60 juta sarang ikan di area seluas 240 kilometer persegi tersembunyi di bawah laut yang dingin di Antartika.

Penemuan ini berawal dari penelitian yang dilakukan Kapal Jerman, RV Polarstern pada Februari 2021 di Laut Weddel yang berselimut es. Sonar kapal mengungkapkan sarang ikan yang membentang beberapa ratus meter, seperti medan perang dalam Perang Dunia I yang dipenuhi kawah mini.

Saat menurunkan kamera video dan instrumen lainnya setengah kilometer ke bawah, di dekat dasar laut, kapal itu menemukan ribuan sarang ikan selebar 75 sentimeter. Setiap sarang ikan ditempati oleh seekor ikan es dewasa dan bertelur hingga 2.100 butir.

Video dan kamera beresolusi tinggi menangkap lebih dari 12.000 ikan es dewasa (Neopagetopsis ionah). Ikan, yang tumbuh hingga sekitar 60 sentimeter, beradaptasi dengan kehidupan di cuaca yang sangat dingin. (Baca juga; Difoto dari Jarak 1 Juta Mil, Begini Penampakan Antartika saat Gerhana Matahari )

Ikan es dewasa menghasilkan senyawa antibeku dan menjadi satu-satunya vertebrata yang memiliki darah tidak berwarna serta bebas hemoglobin berkat kondisi perairan yang kaya oksigen di kawasan itu. Ini adalah koloni ikan yang paling luas dan padat yang tersembunyi jauh di bawah es Laut Weddell.

“Saya pikir ini hal yang paling fantastis,” kata Mark Belchier, ahli biologi ikan dari British Antarctic Survey dan pemerintah South Georgia & the South Sandwich Islands, yang tidak terlibat dalam penelitian terse but dikutip SINDOnews dari laman science.org, Jumat (14/1/2022).

Ikan es dewasa membangun sarang melingkar dengan mengikis kerikil dan pasir menggunakan sirip perut. Sebagian kecil sarang ikan ada yang tersebar berjauhan dari koloni besar. “Itu benar-benar pemandangan yang menakjubkan,” kata ahli biologi laut dalam Autun Purser dari Alfred Wegener Institute, yang memimpin pencitraan bawah air.

Tim peneliti RV Polarstern melihat ada 16.160 sarang ikan yang dikemas rapat, 76% di antaranya dijaga oleh jantan soliter. Dengan asumsi kepadatan sarang yang sama di daerah antara transek kapal, para peneliti memperkirakan ada sekitar 60 juta sarang ikan di area seluas 240 kilometer persegi.

Purser mengatakan, ikan es dewasa dapat menggunakan arus untuk menemukan tempat pemijahan (bertelur), yang perairannya kaya akan zooplankton untuk makanan anak-anak ikan. Selain itu, kumpulan sarang yang padat dapat membantu melindungi anak ikan dari pemangsa. (Baca juga; 4 Alasan Pesawat Tidak Terbang di Antartika )

Mengetahui ada koloni yang luas, para peneliti ingin menjadikan kawasan di Laut Weddell dilindungi agar tidak ada praktik penangkapan ikan yang merusak ekosistem di sana. Para Ilmuwan akan melakukan penelitian lebih dalam pada tahun 2023 untuk mengungkap ekosistem lain yang belum terungkap di bawah laut Antartika.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pulau Misterius Ditemukan...
Pulau Misterius Ditemukan di Zona Berbahaya Antartika
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi...
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi di Gletser Kiamat Antartika
Bakal Hancur Total,...
Bakal Hancur Total, Gunung Es di Antartika Berubah Warna Jadi Biru
Robot Apung Mulai Kumpulkan...
Robot Apung Mulai Kumpulkan Data Pertama di Bawah Es Antartika
NASA Tangkap Sinyal...
NASA Tangkap Sinyal Aneh dari Antartika, Ilmuwan Sebut Fenomena Alam Tak Biasa
Alasan Menyeramkan Mengapa...
Alasan Menyeramkan Mengapa Tidak Ada Narwhal di Akuarium
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Hilang 65 Tahun, Pria...
Hilang 65 Tahun, Pria Ini Ditemukan Sudah Jadi Tulang Membeku di Antartika
Kisah Gerry Utama, Ilmuwan...
Kisah Gerry Utama, Ilmuwan Termuda Indonesia yang Menembus Kutub Selatan
Rekomendasi
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
Infografis
Gaji Guru Honorer Masih...
Gaji Guru Honorer Masih Rendah, 74% Dibayar di Bawah Rp2 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved