Arkeolog Kembali Temukan Baju Perang Berusia 2.500 Tahun di China
Rabu, 12 Januari 2022 - 06:36 WIB
loading...
A
A
A
Sejak tahun 2003, para arkeolog telah menggali lebih dari 500 kuburan di sana, termasuk kuburan dengan pelindung kulit. Temuan mereka menunjukkan bahwa orang kuno menggunakan kuburan terus menerus selama hampir 1.400 tahun, dari abad ke-12 SM.
BACA JUGA: Cara Transfer Kuota Telkomsel dengan Mudah, Ikuti Trik Ini
Tidak ada catatan sejarah tentang orang-orang yang bermukim di Lembah Tarim. Sejarawan China kuno menyebut orang-orang di Lembah Tarim sebagai orang-orang Cheshi.
Orang-orang ini tinggal di tenda-tenda, mempraktikkan pertanian, memelihara hewan seperti sapi dan domba, dan mahir berkuda. "Mereka ini mahir berkuda dan memanah," kata Wertmann.
Saat melakukan restorasi baju perang tersebut, tim arkeolog mengungkapkan bahwa pakaiaan itu memakai 5.444 sisik kulit kecil dan 140 sisik yang lebih besar. Menurut rekonstruksi tim, baju besi itu memiliki berat hingga 5 kilogram.
Duri tanaman yang menempel di baju besi memberikan tanggal radiokarbon 786 SM sampai 543 SM. Para peneliti menunjukkan bahwa itu lebih tua dari baju perang yang dikenakan oleh prajurit Persia.
BACA JUGA: Cara Transfer Kuota Telkomsel dengan Mudah, Ikuti Trik Ini
Tidak ada catatan sejarah tentang orang-orang yang bermukim di Lembah Tarim. Sejarawan China kuno menyebut orang-orang di Lembah Tarim sebagai orang-orang Cheshi.
Orang-orang ini tinggal di tenda-tenda, mempraktikkan pertanian, memelihara hewan seperti sapi dan domba, dan mahir berkuda. "Mereka ini mahir berkuda dan memanah," kata Wertmann.
Saat melakukan restorasi baju perang tersebut, tim arkeolog mengungkapkan bahwa pakaiaan itu memakai 5.444 sisik kulit kecil dan 140 sisik yang lebih besar. Menurut rekonstruksi tim, baju besi itu memiliki berat hingga 5 kilogram.
Duri tanaman yang menempel di baju besi memberikan tanggal radiokarbon 786 SM sampai 543 SM. Para peneliti menunjukkan bahwa itu lebih tua dari baju perang yang dikenakan oleh prajurit Persia.
Lihat Juga :