Arkeolog Kembali Temukan Baju Perang Berusia 2.500 Tahun di China
Rabu, 12 Januari 2022 - 06:36 WIB
loading...
A
A
A
Wagner mengatakan, melihat keunikan dari baju perang tersebut kemungkinan ini tidak dibuat di China. "Kami melihat baju perang dari kulit ini mungkin diproduksi di Kekaisaran Neo-Asyur dan mungkin juga daerah tetangga," katanya.
BACA JUGA: Ford Ngamuk-ngamuk ke Dealer, Konsumen Digetok hingga Rp428 Juta
Baju perang ini melindungi bagian depan, pinggul, samping kiri dan punggung bawah. “Tampaknya pakaian yang sempurna untuk para pejuang dan prajurit berkuda, yang harus bergerak cepat dan mengandalkan kekuatan mereka sendiri,” tambahnya.
Namun yang masih menjadi misteri, baju perang ini dipakai oleh tentara asing dalam dinasti Asyur. Tim menilai apakah baju perang ini direbut dari prajurit asing atau dia sendiri seorang Asyur atau Kaukasia Utara yang entah bagaimana berakhir di Turfan.
BACA JUGA: Ford Ngamuk-ngamuk ke Dealer, Konsumen Digetok hingga Rp428 Juta
Baju perang ini melindungi bagian depan, pinggul, samping kiri dan punggung bawah. “Tampaknya pakaian yang sempurna untuk para pejuang dan prajurit berkuda, yang harus bergerak cepat dan mengandalkan kekuatan mereka sendiri,” tambahnya.
Namun yang masih menjadi misteri, baju perang ini dipakai oleh tentara asing dalam dinasti Asyur. Tim menilai apakah baju perang ini direbut dari prajurit asing atau dia sendiri seorang Asyur atau Kaukasia Utara yang entah bagaimana berakhir di Turfan.
(ysw)
Lihat Juga :