Elon Musk Bongkar Identitas Satoshi Nakamoto sang Pencipta Bitcoin

Sabtu, 01 Januari 2022 - 20:54 WIB
loading...
Elon Musk Bongkar Identitas Satoshi Nakamoto sang Pencipta Bitcoin
Satoshi Nakamoto sang pencipta Bitcoin. FOTO/ IST
A A A
MENLO PARK - 14 tahun menjadi misteri akhirnya CEO Tesla, Elon Musk membongkar siapa sosok Satoshi Nakamoto pencipta bitcoin. Setelah beberapa nama besar mencuat, Elon Musk dengan tegas menunjuk nama ini.

Elon Musk setuju dengan pendapat banyak orang bahwa ahli cryptocurrency Nick Szabo mungkin adalah identitas di balik Satoshi Nakamoto, seorang pencipta mata uang digital bitcoin yang kini masih misterius.


Seperti dilansiir dari Business Insider, Elon Musk mengatakan kepada peneliti kecerdasan buatan Lex Fridman, bahwa identitas Satoshi Nakamoto bisa ditelusuri lewat siapa yang menulis tentang ide-ide tersebut.

“Anda harus memperhatikan dan dapat melihat ide sebelum peluncuran bitcoin dan melihat siapa yang menulis tentang ide-ide itu,” kata Elon Musk seperti yang dilansir dari laman Business Insider Sabtu (1/1/2022).

Namun, Elon Musk mengatakan sementara ini dia masih tidak tahu persis siapa yang menciptakan bitcoin, namun teori dari Szabo tampaknya yang menjadi dasar dari penciptaan cryptocurrency ini.

Menurut Elon Musk, sepertinya Nick Szabo mungkin lebih dari siapapun bertanggung jawab atas evolusi ide-ide tersebut.

Pencarian sosok satu ini juga penuh warna. Pada tahun 2014, media dunia sempat dikejutkan dengan penemuan seorang insinyur komputer yang tinggal di Temple City. Pria tersebut bernama Dorian Satoshi Nakamoto, pria blasteran Jepang-Amerika. Namun dirinya membantah berada di balik mata uang kripto yang semakin terkenal itu.

Nick Szabo, sosok lain di balik Bitcoin dikaitkan dengan ilmuwan komputer Hal Finney, karena merupakan penerima transaksi Bitcoin pertama di dunia. Finney tinggal beberapa blok dari Dorian Satoshi Nakamoto. Wartawan Forbes, Andy Greenberg lantas mewawancarai Finney di rumahnya.

Namun sang narasumber merasa geli ketika ditanya apakah dia mengenal Nakamoto. Greenberg lantas meyakini Finney adalah ghost writer untuk pencipta Bitcoin dengan menggunakan nama tetangganya sebagai moniker.

Kisah lainnya siapa dibalik Bitcoin mengarah kepada ilmuwan Nick Szabo yang pernah menulis makalah “Bit Gold” pada 1998, dimana dirinya penggemar nama samaran. Szabo mengkonfirmasi pada 2011, bahwa dia, Finney atau Wei Dai sebagai pencipta precursor Bitcoin dan bisa saja bertanggung jawab atas mata uang digital.

Pada 2013, penulis keuangan Dominic Frisby menyarankan agar Szabo menulis buku putih tentang tahun 2008--kemunculan Bitcoin--dan menyarankan tampil di televisi untuk membahas klaimnya.

Tapi Szabo mengirim surel kepada Frisby, menulis, “Terima kasih telah memberitahuku. Tapi saya khawatir Anda salah melakukannya karena Satoshi. Tapi saya sudah terbiasa dengan itu”.

Tersangka Nakamoto yang paling terkenal lainnya adalah ilmuwan komputer dan pengusaha asal Australia, Craig Wright. Tidak seperti tersangka lainnya, Wright mengklaim dirinya adalah Nakamoto yang sebenarnya. Pada 2016, ia memberi “bukti” teknis kepada BBC, The Economist, dan GQ. Terdiri dari demonstrasi proses verifikasi yang digunakan pada transaksi Bitcoin yang pertama.

Namun media The Economist menyebut demonstrasi Wrigt dapat dicipta kondisikan. Dan dalam laporannya, Wright menolak untuk membuat bukti publik dan memberikan jaminan lainnya bahwa dia orang dibalik Bitcoin. Lantas Wright pun memposting permintaan maaf di blognya dan menyatakan dia tidak lagi memiliki "keberanian" untuk melanjutkan proses pembuktian identitasnya.

Terlepas dari misteri pencarian sosok Satoshi Nakamoto, yang diyakini banyak ahli adalah nama samaran, jika memang ada, dia bisa menjadi orang terkaya di dunia saat ini.

Pasalnya nilai mata uang ini telah terbang tinggi sepanjang 2017. Pada Jumat, 29 Desember ini, pukul 07.51, nilai Bitcoin mencapai 11.218 poundsterling atau USD14.594.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1339 seconds (0.1#10.140)
pixels