Terima Kasih dan Selamat Tinggal, BlackBerry!
Jum'at, 31 Desember 2021 - 21:59 WIB
loading...
BlackBerry PlayBook, serta perangkat dengan OS BlackBerry 10 dan BlackBerry 7.1 tidak lagi bisa berfungsi pada 4 Januari 2022. Foto: Reuters
A
A
A
JAKARTA - BlackBerry resmi menghentikan dukungan terhadap software mereka. Lho, memangnya BlackBerry masih ada? Masih. Ternyata masih ada perangkat yang masih memakai OS BlackBerry.
Sayangnya, mulai 4 Januari 2022 nanti, semua ponsel, tablet, atau perangkat lain yang masih memakai OS BlackBerry tidak akan lagi berfungsi normal. Detilnya, OS BlackBerry 7.1 atau dibawahnya, BlackBerry 10, juga BlackBerry PlayBook.
BACA JUGA: Pesta Kembang Api Tahun Baru Akan Diganti Drone yang Menari
Semua perangkat tersebut menurut BlackBerry ”tidak lagi bisa menjalankan fungsi normal”. Itu, termasuk mengakses Wi-Fi, jaringan operator seluler, melakukan panggilan, mengirim SMS, mengakses data internet, dan lainnya.
Yang patut dicatat adalah ini: ponsel BlackBerry (ya masih ada) yang menjalankan OS Android tetap berjalan normal.
Nasib BlackBerry memang lebih buruk dari Nokia. Ketika konsumen beralih dari ponsel QWERTY ke layar sentuh pada 2000-an, mereka tidak cepat berinovasi. Padahal, di masa jayanya 50 persen market share ponsel di Amerika adalah BlackBerry.
Sekarang, induk perusahaan BlackBerry Limited, justru jualan software cybersecurity.
Sayangnya, mulai 4 Januari 2022 nanti, semua ponsel, tablet, atau perangkat lain yang masih memakai OS BlackBerry tidak akan lagi berfungsi normal. Detilnya, OS BlackBerry 7.1 atau dibawahnya, BlackBerry 10, juga BlackBerry PlayBook.
BACA JUGA: Pesta Kembang Api Tahun Baru Akan Diganti Drone yang Menari
Semua perangkat tersebut menurut BlackBerry ”tidak lagi bisa menjalankan fungsi normal”. Itu, termasuk mengakses Wi-Fi, jaringan operator seluler, melakukan panggilan, mengirim SMS, mengakses data internet, dan lainnya.
Yang patut dicatat adalah ini: ponsel BlackBerry (ya masih ada) yang menjalankan OS Android tetap berjalan normal.
Nasib BlackBerry memang lebih buruk dari Nokia. Ketika konsumen beralih dari ponsel QWERTY ke layar sentuh pada 2000-an, mereka tidak cepat berinovasi. Padahal, di masa jayanya 50 persen market share ponsel di Amerika adalah BlackBerry.
Sekarang, induk perusahaan BlackBerry Limited, justru jualan software cybersecurity.
Lihat Juga :