Merger Dinilai Bentuk Komitmen Operator Maksimalkan Layanan
Senin, 27 Desember 2021 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, kasus IM2 yang akhirnya dieksekusi oleh Kejaksaan Agung yang membuat entitas anak usaha Indosat ini tidak beroperasi selamanya alias tutup setelah aset, rekening dan lainnya dibekukan oleh kejaksaan. Dan, yang baru muncul, gugatan perdata dari Kementerian Pariwisata yang terkait BOT yang dinilai menyalahi peraturan perundangan-undangan yang ada. Kasus ini, sudah masuk ke meja hijau dan segera disidangkan.
Di tengah gempuran berbagai masalah yang mengiringi proses merger, Indosat sukses mencatatkan kinerja positif. Hal ini ditandai dengan aksi korporasi berupa bagi-bagi dividen interim sebesar Rp4,99 triliun atau sebesar Rp920,14 per saham untuk periode tahun buku 2021. Aksi ini menunjukkan bahwa kinerja atau performance bisnis Indosat lagi bagus-bagusnya.
“Ada lonjakan pertumbuhan dari bisnis Indosat. Yang sebelumnya bisnis Indosat tercatat merugi, kini bisa membukukan laba. Pasar biasanya memberikan apresiasi atau sentimen positif. Apalagi, saham Indosat termasuk saham likuid. Artinya pasar selalu memberikan perhatian atau memantau perkembangan kinerja emiten Indosat,” ujar Reza Priyambada, pengamat pasar modal.
Sentimen positif terhadap emiten ISAT ini tak lepas dari kondisi pasar industri Telko yang sudah terbentuk. Artinya, pelaku pasar melihat bahwa semakin berkembangnya pasar dan teknologi, mendorong perkembangan proses digitalisasi (transformasi digital) pun semakin masif. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini dimana hampir semua masyarakat, mulai dari kalangan bawah sampai atas butuh layanan data yang disediakan oleh provider telekomunikasi.
Yang tak kalah penting, langkah merger yang dilakukan para operator Telekomunikasi di Indonesia ini –termasuk merger Indosat-Tri sejalan dengan komitmen pemerintah (roadmap) memperluas cakupan akses internet di seluruh pelosok Indonesia. “Keterlibatan provider perlu sinergi dengan roadmap pemerintah via Kemenkominfo karena pembangunan infrastruktur TIK dilakukan bersama,” ujar anggota Komisi I DPR RI Bobby Rizaldi.
Langkah merger ini harus kita dukung karena akan mendorong efisiensi dan penguatan provider untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat. Di sisi lain, juga merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk memberikan layanan secara digital dengan baik kepada masyarakat.
Di tengah gempuran berbagai masalah yang mengiringi proses merger, Indosat sukses mencatatkan kinerja positif. Hal ini ditandai dengan aksi korporasi berupa bagi-bagi dividen interim sebesar Rp4,99 triliun atau sebesar Rp920,14 per saham untuk periode tahun buku 2021. Aksi ini menunjukkan bahwa kinerja atau performance bisnis Indosat lagi bagus-bagusnya.
“Ada lonjakan pertumbuhan dari bisnis Indosat. Yang sebelumnya bisnis Indosat tercatat merugi, kini bisa membukukan laba. Pasar biasanya memberikan apresiasi atau sentimen positif. Apalagi, saham Indosat termasuk saham likuid. Artinya pasar selalu memberikan perhatian atau memantau perkembangan kinerja emiten Indosat,” ujar Reza Priyambada, pengamat pasar modal.
Sentimen positif terhadap emiten ISAT ini tak lepas dari kondisi pasar industri Telko yang sudah terbentuk. Artinya, pelaku pasar melihat bahwa semakin berkembangnya pasar dan teknologi, mendorong perkembangan proses digitalisasi (transformasi digital) pun semakin masif. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini dimana hampir semua masyarakat, mulai dari kalangan bawah sampai atas butuh layanan data yang disediakan oleh provider telekomunikasi.
Yang tak kalah penting, langkah merger yang dilakukan para operator Telekomunikasi di Indonesia ini –termasuk merger Indosat-Tri sejalan dengan komitmen pemerintah (roadmap) memperluas cakupan akses internet di seluruh pelosok Indonesia. “Keterlibatan provider perlu sinergi dengan roadmap pemerintah via Kemenkominfo karena pembangunan infrastruktur TIK dilakukan bersama,” ujar anggota Komisi I DPR RI Bobby Rizaldi.
Langkah merger ini harus kita dukung karena akan mendorong efisiensi dan penguatan provider untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat. Di sisi lain, juga merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk memberikan layanan secara digital dengan baik kepada masyarakat.
(wbs)
Lihat Juga :