Merger Dinilai Bentuk Komitmen Operator Maksimalkan Layanan
Senin, 27 Desember 2021 - 13:40 WIB
loading...
Ilustrasi tower jaringan operator di Indonesia.Foto/ ist
A
A
A
JAKARTA - Dengan mengusung tema ‘Recover Together, Recover Stronger’, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama mencapai pemulihan ekonomi yang lebih kuat, inklusif dan berkelanjutan. Hal ini berkaitan dengan Presidensi G20 Indonesia yang fokus pada tiga topik utama. Pertama, arsitektur kesehatan global. Kedua, transformasi berbasis digital. Terakhir, transisi energi.
Karena itu, Presidensi G20 Indonesia pada 2022 menjadi periode paling krusial dalam proses pemulihan ekonomi global mengingat pandemi Covid-19 masih terus berlanjut, khususnya dengan adanya varian baru yang muncul. Di sisi lain, tahun depan, Pemerintah Indonesia membawa tiga isu digitalisasi dalam Presidensi G20 Tahun 2022.
BACA JUGA - Trafik Komunikasi Melonjak di Natal dan Tahun Baru 2022, Telkomsel Siapkan Ini
Isu tersebut berkaitan dengan Conectivity dan Post Covid-19, peningkatan kemampuan digital dan literasi digital, serta pembahasan mengenai cross-border data flow and data free-flow with trust. “Hal ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk memberikan layanan secara digital dengan baik kepada masyarakat. Apalagi, digitalisasi menjadi salah satu faktor penting yang muncul akibat dari pandemi Covid-19, yakni mendorong migrasi aktivitas masyarakat ke ruang digital,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.
Pemerintah Indonesia telah memulai proses transformasi digital tersebut. Berbagai regulasi dan kebijakan telah ditetapkan pemerintah guna mendukung proses transformasi itu. Salah satu yang dinilai cukup fenomenal adalah lahirnya UU Cipta Kerja. UU ini telah mengatur banyak aspek di berbagai industri, termasuk ranah Information and Communication Technologi (ICT) atau industri Telekomunikasi. Industri ini dinilai memegang peranan penting dalam keberhasilan proses transformasi digital.
Pemerintah pun telah bergerak cepat melakukan pembenahan sektor Telekomunikasi, salah satunya dengan mendorong adanya merger di antara operator. Saat ini tercatat ada 5 operator telekomunikasi, yakni Telkomsel, Indosat, XL, 3 dan Smartfren. Dan, pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah merestui merger antara PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dengan PT Hutchison 3 Indonesia (3/Tri).
Perusahaan hasil merger ini diberi nama PT Indosat Oeredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Merger ini memiliki nilai transaksi lebih kurang US$6 miliar atau sekitar Rp.85,5 Triliun (Kurs Rp 14.000) yang akan mengukuhkan perusahaan menjadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia setelah Telkomsel.
Karena itu, Presidensi G20 Indonesia pada 2022 menjadi periode paling krusial dalam proses pemulihan ekonomi global mengingat pandemi Covid-19 masih terus berlanjut, khususnya dengan adanya varian baru yang muncul. Di sisi lain, tahun depan, Pemerintah Indonesia membawa tiga isu digitalisasi dalam Presidensi G20 Tahun 2022.
BACA JUGA - Trafik Komunikasi Melonjak di Natal dan Tahun Baru 2022, Telkomsel Siapkan Ini
Isu tersebut berkaitan dengan Conectivity dan Post Covid-19, peningkatan kemampuan digital dan literasi digital, serta pembahasan mengenai cross-border data flow and data free-flow with trust. “Hal ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk memberikan layanan secara digital dengan baik kepada masyarakat. Apalagi, digitalisasi menjadi salah satu faktor penting yang muncul akibat dari pandemi Covid-19, yakni mendorong migrasi aktivitas masyarakat ke ruang digital,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.
Pemerintah Indonesia telah memulai proses transformasi digital tersebut. Berbagai regulasi dan kebijakan telah ditetapkan pemerintah guna mendukung proses transformasi itu. Salah satu yang dinilai cukup fenomenal adalah lahirnya UU Cipta Kerja. UU ini telah mengatur banyak aspek di berbagai industri, termasuk ranah Information and Communication Technologi (ICT) atau industri Telekomunikasi. Industri ini dinilai memegang peranan penting dalam keberhasilan proses transformasi digital.
Pemerintah pun telah bergerak cepat melakukan pembenahan sektor Telekomunikasi, salah satunya dengan mendorong adanya merger di antara operator. Saat ini tercatat ada 5 operator telekomunikasi, yakni Telkomsel, Indosat, XL, 3 dan Smartfren. Dan, pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah merestui merger antara PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dengan PT Hutchison 3 Indonesia (3/Tri).
Perusahaan hasil merger ini diberi nama PT Indosat Oeredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Merger ini memiliki nilai transaksi lebih kurang US$6 miliar atau sekitar Rp.85,5 Triliun (Kurs Rp 14.000) yang akan mengukuhkan perusahaan menjadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia setelah Telkomsel.
Lihat Juga :