Arkeolog Temukan Baju Armor Berusia 2.700 Tahun di China
Jum'at, 10 Desember 2021 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Wertmann mengatakan, baju armor ini adalah pakaian pertahanan yang paling profesional karena ringan dan ekonomis. “Potongan tali kekang yang ditemukan di makam menunjukkan bahwa pemiliknya adalah seorang penunggang kuda,” ujarnya.
Armor kulit kuno ini diperkirakan berasal dari tahun 786-543 SM, dimana armor Yanghai diproduksi secara profesional dalam jumlah besar. Baju armor dikembangkan ketika meningkatnya penggunaan kereta dalam perang dan baju besi khusus untuk penunggang kuda pada abad ke-9 SM.
“ Armor ini kemudian menjadi bagian dari peralatan standar pasukan militer Kekaisaran Neo-Asyur, yang meluas dari bagian Irak saat ini ke Iran, Suriah, Turki, dan Mesir,” kata Wertmann.
BACA JUGA: Suzuki Jimny 5 Pintu Dapat Lampu Hijau untuk Mengaspal di India
Apakah pemakai baju besi Yanghai sendiri adalah salah satu tentara asing dalam dinas Asyur yang dilengkapi dengan peralatan Asyur dan membawanya pulang atau dia merebut baju besi dari orang lain, itu masih menjadi perdebatan para arkeolog.
Armor kulit kuno ini diperkirakan berasal dari tahun 786-543 SM, dimana armor Yanghai diproduksi secara profesional dalam jumlah besar. Baju armor dikembangkan ketika meningkatnya penggunaan kereta dalam perang dan baju besi khusus untuk penunggang kuda pada abad ke-9 SM.
“ Armor ini kemudian menjadi bagian dari peralatan standar pasukan militer Kekaisaran Neo-Asyur, yang meluas dari bagian Irak saat ini ke Iran, Suriah, Turki, dan Mesir,” kata Wertmann.
BACA JUGA: Suzuki Jimny 5 Pintu Dapat Lampu Hijau untuk Mengaspal di India
Apakah pemakai baju besi Yanghai sendiri adalah salah satu tentara asing dalam dinas Asyur yang dilengkapi dengan peralatan Asyur dan membawanya pulang atau dia merebut baju besi dari orang lain, itu masih menjadi perdebatan para arkeolog.
(ysw)
Lihat Juga :