Review Kamera, Performa, Layar, dan Hyper Charge 120W Xiaomi 11T Pro
Senin, 06 Desember 2021 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Kecerahan 1.000 nits membuat SINDOnews tidak khawatir saat harus merekam video dan foto di suasana sirkuit Mandalika yang terik dan panas. Video tetap terlihat jelas dibawah cahaya matahari langsung.
Refresh rate 120 Hz berguna ketika scrolling media sosial yang lebih halus dan nyaman di mata, sedangkan Gorilla Glass Victus membuat SINDOnews tidak khawatir karena perlindungan ekstra.
Adapun Dolby Vision dirasakan ketika SINDOnews menonton film di Netflix atau Disney+ Hotstar. Ini karena media data dari sebuah film seperti tingkat warna dan framerate terasa lebih akurat. Film Black Widow, misalnya, terasa sangat sinematik dan tajam.
Oh ya, HDR+10 dan True Colour membuat hasil video dan foto terasa lebih realistik, kontras tinggi, highlight cerah, serta detil lebih kaya karena memiliki palet warna yang beragam.
3. Speaker Harman Kardon
Speaker ganda dengan dukungan Harman Kardon dan Dolby Atmos adalah fitur favorit SINDOnews. Ini berguna saat sedang ngegame, menonton video, juga mendengarkan musik. Bass-nya terasa tebal, treble-nya terasa detil, stagingnya juga pas karena letak speaker yang seimbang di kedua sisi.
Saat volume dimaksimalkan hingga 100 persen, suara juga tidak pecah. Ini benar-benar juara. Satu-satunya kekurangan adalah tidak ada lubang jack 3.5 mm. Tapi, rasanya memang fitur itu tidak perlu lagi.
4. Apa Itu Lag?
Meski di kelas mid-range, tapi pengguna Xiaomi 11T Pro sudah mendapat pengalaman flagship lewat chipset Snapdragon 888 dan RAM 12 GB.
Artinya, SINDOnews sangat percaya diri untuk bermain game, multitasking, hingga mengakses beragam aplikasi berat. Sama sekali tidak terasa ngelag. Termasuk memainkan Genshin Impact sekalipun.
Minusnya, hasil AnTuTu Xiaomi 11T Pro memang ada dibawah 700 ribu, sementara ponsel flagship lainnya diatas angka tersebut. Bisa jadi memang dirancang untuk menjaga kesetabilan performance, agar tidak overheat atau panas seperti ponsel yang memakai Snapdragon 888 lainnya.
Refresh rate 120 Hz berguna ketika scrolling media sosial yang lebih halus dan nyaman di mata, sedangkan Gorilla Glass Victus membuat SINDOnews tidak khawatir karena perlindungan ekstra.
Adapun Dolby Vision dirasakan ketika SINDOnews menonton film di Netflix atau Disney+ Hotstar. Ini karena media data dari sebuah film seperti tingkat warna dan framerate terasa lebih akurat. Film Black Widow, misalnya, terasa sangat sinematik dan tajam.
Oh ya, HDR+10 dan True Colour membuat hasil video dan foto terasa lebih realistik, kontras tinggi, highlight cerah, serta detil lebih kaya karena memiliki palet warna yang beragam.
3. Speaker Harman Kardon
Speaker ganda dengan dukungan Harman Kardon dan Dolby Atmos adalah fitur favorit SINDOnews. Ini berguna saat sedang ngegame, menonton video, juga mendengarkan musik. Bass-nya terasa tebal, treble-nya terasa detil, stagingnya juga pas karena letak speaker yang seimbang di kedua sisi.
Saat volume dimaksimalkan hingga 100 persen, suara juga tidak pecah. Ini benar-benar juara. Satu-satunya kekurangan adalah tidak ada lubang jack 3.5 mm. Tapi, rasanya memang fitur itu tidak perlu lagi.
4. Apa Itu Lag?
Meski di kelas mid-range, tapi pengguna Xiaomi 11T Pro sudah mendapat pengalaman flagship lewat chipset Snapdragon 888 dan RAM 12 GB.
Artinya, SINDOnews sangat percaya diri untuk bermain game, multitasking, hingga mengakses beragam aplikasi berat. Sama sekali tidak terasa ngelag. Termasuk memainkan Genshin Impact sekalipun.
Minusnya, hasil AnTuTu Xiaomi 11T Pro memang ada dibawah 700 ribu, sementara ponsel flagship lainnya diatas angka tersebut. Bisa jadi memang dirancang untuk menjaga kesetabilan performance, agar tidak overheat atau panas seperti ponsel yang memakai Snapdragon 888 lainnya.
Lihat Juga :