Facebook Bongkar Akun Ilmuwan Biologi Palsu Bikinan China
Kamis, 02 Desember 2021 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Namun, kedutaan Swiss mengatakan pada bulan Agustus bahwa orang tersebut kemungkinan tidak ada, karena akun Facebook dibuka hanya dua minggu sebelum posting pertama dan hanya memiliki tiga teman.
Ia menambahkan "tidak ada daftar warga negara Swiss dengan nama "Wilson Edwards" dan tidak ada artikel akademis dengan nama tersebut", dan mendesak media China untuk menghapus pernyataannya.
BACA JUGA: Asteroid Sebesar Lapangan Bola Meluncu ke Bumi, NASA: Berpotensi Bahaya
Meta Platforms mengatakan dalam laporan November bahwa penyelidikannya atas masalah tersebut menemukan tautan ke individu di daratan China, termasuk karyawan Sichuan Silence Information Technology Co Ltd.
Situs web Sichuan Silence Information menggambarkan perusahaan tersebut sebagai perusahaan keamanan jaringan dan informasi yang memberikan dukungan teknis kepada Kementerian Keamanan Publik China dan CNCERT, tim kunci yang mengoordinasikan tanggap darurat keamanan siber China.
Meta mengatakan telah menghapus total 524 akun Facebook, 20 halaman, empat grup, dan 86 akun Instagram setelah meninjau laporan publik yang berpusat di sekitar ahli biologi Swiss palsu.
Ia menambahkan "tidak ada daftar warga negara Swiss dengan nama "Wilson Edwards" dan tidak ada artikel akademis dengan nama tersebut", dan mendesak media China untuk menghapus pernyataannya.
BACA JUGA: Asteroid Sebesar Lapangan Bola Meluncu ke Bumi, NASA: Berpotensi Bahaya
Meta Platforms mengatakan dalam laporan November bahwa penyelidikannya atas masalah tersebut menemukan tautan ke individu di daratan China, termasuk karyawan Sichuan Silence Information Technology Co Ltd.
Situs web Sichuan Silence Information menggambarkan perusahaan tersebut sebagai perusahaan keamanan jaringan dan informasi yang memberikan dukungan teknis kepada Kementerian Keamanan Publik China dan CNCERT, tim kunci yang mengoordinasikan tanggap darurat keamanan siber China.
Meta mengatakan telah menghapus total 524 akun Facebook, 20 halaman, empat grup, dan 86 akun Instagram setelah meninjau laporan publik yang berpusat di sekitar ahli biologi Swiss palsu.
Lihat Juga :