5 Pesawat Ruang Angkasa dengan Misi Menabrak Objek di Antariksa untuk Sains
Kamis, 25 November 2021 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
2. Deep Impact Mengantam Komet Tempel Tahun 2005
![5 Pesawat Ruang Angkasa dengan Misi Menabrak Objek di Antariksa untuk Sains]()
Pesawat ruang angkasa Deep Impact lebih cocok disebut wahana penjajak (probe) yang diluncurkan NASA pada 12 Januari 2005. Deep Impact dirancang untuk mempelajari komposisi interior komet 9P/Tempel. Caranya dengan merilis atau mengirimkan sebuah impactor (penabrak) ke komet pada 4 Juli 2005.
Impactor seberat 820 pon (372 kilogram) ini berhasil bertabrakan dengan inti komet. Dampaknya tergali puing-puing dari interior nukleus dan terbentuk kawah. Foto-foto menunjukkan komet menjadi lebih berdebu. (Baca juga; NASA Sukses Luncurkan DART, Jarak Tempuh 7 Juta Mil Misi Menabrak Asteroid Dimorphos )
3. LCROSS Menabrak Bulan Tahun 2009
![5 Pesawat Ruang Angkasa dengan Misi Menabrak Objek di Antariksa untuk Sains]()
LCROSS singkatan dari Lunar CRater Observation and Sensing Satellite adalah wahana antariksa robotik yang dioperasikan NASA untuk mengamati bulan. LCROSS diluncurkan bersama dengan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) pada tanggal 18 Juni 2009 sebagai bagian dari program bersama Lunar Precursor Robotic Program.
LCROSS adalah kendaraan track cepat berbiaya rendah yang menemani misi LRO. LCORSS diluncurkan dengan LRO di atas roket Atlas V dari Cape Canaveral, Florida. Pada 23 Juni, LCROSS dan roket pendorong Centaur secara sukses melakukan penerbangan melingkar menuju bulan. Kemudian memasuki orbit kutub bulani dengan periode 37 hari, memosisikan LCROSS untuk pendaratan keras di kutub bulan.
Tim memutuskan melakukan pendaratan keras di kawah utama Cabeus. Roket Centaur berfungsi sebagai roket penabrak bulan untuk menciptakan debu material yang beterbangan. Sekitar 4 menit sebelum pendaratan keras, LCROSS terbang melalui debu tersebut, mengumpulkan data dan mengirimkan ke bumi. (Baca juga; NASA Siapkan Peluncuran DART, Pesawat Ruang Angkasa Pemukul Asteroid yang Mengancam Bumi )
Kecepatan penabrakan direncanakan 9.000 km per jam, tetapi kenyataannya, kecepatan di atas 10.000 km per jam. Tabrakan Centaur mengangkat material bulan sebesar 350 ton dan menciptakan kawah berdiameter 20 meter dan kedalaman 4 meter. Kebanyakan material bulan yang beterbangan masih tersisa pada ketinggian di bawah 10 km.
4. Cassini Menabrak Saturnus Tahun 2017
![5 Pesawat Ruang Angkasa dengan Misi Menabrak Objek di Antariksa untuk Sains]()
Nama lengkapnya, Cassini–Huygens, wahana antariksa yang dibuat bersama oleh NASA, Badan Antariksa Eropa (ESA), dan Badan antariksa Italia (ASI), untuk mempelajari Saturnus dan satelitnya. Cassini diluncurkan 15 Oktober 1997 dan memasuki orbit Saturnus pada tanggal 1 Juli 2004 atau sekitar 7 tahun.

Pesawat ruang angkasa Deep Impact lebih cocok disebut wahana penjajak (probe) yang diluncurkan NASA pada 12 Januari 2005. Deep Impact dirancang untuk mempelajari komposisi interior komet 9P/Tempel. Caranya dengan merilis atau mengirimkan sebuah impactor (penabrak) ke komet pada 4 Juli 2005.
Impactor seberat 820 pon (372 kilogram) ini berhasil bertabrakan dengan inti komet. Dampaknya tergali puing-puing dari interior nukleus dan terbentuk kawah. Foto-foto menunjukkan komet menjadi lebih berdebu. (Baca juga; NASA Sukses Luncurkan DART, Jarak Tempuh 7 Juta Mil Misi Menabrak Asteroid Dimorphos )
3. LCROSS Menabrak Bulan Tahun 2009

LCROSS singkatan dari Lunar CRater Observation and Sensing Satellite adalah wahana antariksa robotik yang dioperasikan NASA untuk mengamati bulan. LCROSS diluncurkan bersama dengan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) pada tanggal 18 Juni 2009 sebagai bagian dari program bersama Lunar Precursor Robotic Program.
LCROSS adalah kendaraan track cepat berbiaya rendah yang menemani misi LRO. LCORSS diluncurkan dengan LRO di atas roket Atlas V dari Cape Canaveral, Florida. Pada 23 Juni, LCROSS dan roket pendorong Centaur secara sukses melakukan penerbangan melingkar menuju bulan. Kemudian memasuki orbit kutub bulani dengan periode 37 hari, memosisikan LCROSS untuk pendaratan keras di kutub bulan.
Tim memutuskan melakukan pendaratan keras di kawah utama Cabeus. Roket Centaur berfungsi sebagai roket penabrak bulan untuk menciptakan debu material yang beterbangan. Sekitar 4 menit sebelum pendaratan keras, LCROSS terbang melalui debu tersebut, mengumpulkan data dan mengirimkan ke bumi. (Baca juga; NASA Siapkan Peluncuran DART, Pesawat Ruang Angkasa Pemukul Asteroid yang Mengancam Bumi )
Kecepatan penabrakan direncanakan 9.000 km per jam, tetapi kenyataannya, kecepatan di atas 10.000 km per jam. Tabrakan Centaur mengangkat material bulan sebesar 350 ton dan menciptakan kawah berdiameter 20 meter dan kedalaman 4 meter. Kebanyakan material bulan yang beterbangan masih tersisa pada ketinggian di bawah 10 km.
4. Cassini Menabrak Saturnus Tahun 2017

Nama lengkapnya, Cassini–Huygens, wahana antariksa yang dibuat bersama oleh NASA, Badan Antariksa Eropa (ESA), dan Badan antariksa Italia (ASI), untuk mempelajari Saturnus dan satelitnya. Cassini diluncurkan 15 Oktober 1997 dan memasuki orbit Saturnus pada tanggal 1 Juli 2004 atau sekitar 7 tahun.
Lihat Juga :