9 Wabah Paling Mematikan Sejak Zaman Prasejarah, Nomor 6 Ubah Sejarah Eropa
Selasa, 16 November 2021 - 09:17 WIB
loading...
A
A
A
Ketika tentara Kekaisaran Romawi kembali dari medan perang, wabah Antonine berupa cacar menghancurkan tentara dan membunuh lebih dari 5 juta orang di kekaisaran Romawi, tulis April Pudsey, seorang dosen senior dalam Sejarah Romawi di Universitas Metropolitan Manchester.
Banyak sejarawan percaya bahwa epidemi melanda Kekaisaran Romawi setelah tentara kembali dari perang melawan Parthia. Epidemi berkontribusi pada akhir Pax Romana (Perdamaian Romawi), periode dari 27 SM sampai tahun 180 M, ketika Roma berada di puncak kekuasaannya.
4. Wabah Cyprian: 250-271 M
St Cyprianus, seorang uskup dari Carthage (sebuah kota di Tunisia) menggambarkan epidemi sebagai sinyal akhir dunia karena Wabah Cyprian. Wabah ini diperkirakan telah membunuh 5.000 orang sehari di Roma saja.
Pada tahun 2014, para arkeolog di Luxor menemukan apa yang tampaknya menjadi situs pemakaman massal korban wabah. Tubuh mereka ditutupi dengan lapisan kapur tebal yang digunakan sebagai desinfektan.
Para arkeolog menemukan tiga tempat kremasi untuk korban wabah tersebut. Para ahli tidak yakin penyakit apa yang menyebabkan epidemi tersebut.
5. Wabah Justinian: 541-542 M
Kekaisaran Bizantium yang perkasa tak berdaya ketika dilanda wabah pes, yang menandai awal kemundurannya. Wabah itu berulang secara berkala dan menyebabkan 10% populasi di dunia meninggal.
BACA JUGA: Self Driving Tesla Sebabkan Kecelakaan, Setir Seperti Dikendalikan Robot
Wabah itu belum juga berakhir setelah Kaisar Bizantium Justinian memerintah dari tahun 527-565 M. Di bawah pemerintahannya, Kekaisaran Bizantium mencapai batas terbesarnya, menguasai wilayah yang membentang dari Timur Tengah hingga Eropa Barat.
Justinian membangun sebuah katedral besar yang dikenal sebagai Hagia Sophia di Konstantinopel. Justinian sempat jatuh sakit karena wabah tetapi berhasil disembuhkan. Namun, kerajaannya secara bertahap kehilangan wilayah setelah wabah tak juga berakhir.
6. Black Death: 1346-1353 M
Black Death diperkirakan berasal dari Asia dan bermigrasi ke Eropa hingga meninggalkan kehancuran di benua biru tersebut. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa wabah tersebut memusnahkan lebih dari setengah populasi Eropa.
Black Death disebabkan oleh strain bakteri Yersinia pestis yang disebarkan oleh kutu pada hewan pengerat yang terinfeksi.
Wabah tersebut mengubah jalannya sejarah Eropa karena banyaknya korban tewas membuat tenaga kerja menjadi langka. Karena tenaga kerja yang langka membuat upah buruh meningkat dan berakhirnya sistem perbudakan Eropa.
Banyak sejarawan percaya bahwa epidemi melanda Kekaisaran Romawi setelah tentara kembali dari perang melawan Parthia. Epidemi berkontribusi pada akhir Pax Romana (Perdamaian Romawi), periode dari 27 SM sampai tahun 180 M, ketika Roma berada di puncak kekuasaannya.
4. Wabah Cyprian: 250-271 M
St Cyprianus, seorang uskup dari Carthage (sebuah kota di Tunisia) menggambarkan epidemi sebagai sinyal akhir dunia karena Wabah Cyprian. Wabah ini diperkirakan telah membunuh 5.000 orang sehari di Roma saja.
Pada tahun 2014, para arkeolog di Luxor menemukan apa yang tampaknya menjadi situs pemakaman massal korban wabah. Tubuh mereka ditutupi dengan lapisan kapur tebal yang digunakan sebagai desinfektan.
Para arkeolog menemukan tiga tempat kremasi untuk korban wabah tersebut. Para ahli tidak yakin penyakit apa yang menyebabkan epidemi tersebut.
5. Wabah Justinian: 541-542 M
Kekaisaran Bizantium yang perkasa tak berdaya ketika dilanda wabah pes, yang menandai awal kemundurannya. Wabah itu berulang secara berkala dan menyebabkan 10% populasi di dunia meninggal.
BACA JUGA: Self Driving Tesla Sebabkan Kecelakaan, Setir Seperti Dikendalikan Robot
Wabah itu belum juga berakhir setelah Kaisar Bizantium Justinian memerintah dari tahun 527-565 M. Di bawah pemerintahannya, Kekaisaran Bizantium mencapai batas terbesarnya, menguasai wilayah yang membentang dari Timur Tengah hingga Eropa Barat.
Justinian membangun sebuah katedral besar yang dikenal sebagai Hagia Sophia di Konstantinopel. Justinian sempat jatuh sakit karena wabah tetapi berhasil disembuhkan. Namun, kerajaannya secara bertahap kehilangan wilayah setelah wabah tak juga berakhir.
6. Black Death: 1346-1353 M
Black Death diperkirakan berasal dari Asia dan bermigrasi ke Eropa hingga meninggalkan kehancuran di benua biru tersebut. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa wabah tersebut memusnahkan lebih dari setengah populasi Eropa.
Black Death disebabkan oleh strain bakteri Yersinia pestis yang disebarkan oleh kutu pada hewan pengerat yang terinfeksi.
Wabah tersebut mengubah jalannya sejarah Eropa karena banyaknya korban tewas membuat tenaga kerja menjadi langka. Karena tenaga kerja yang langka membuat upah buruh meningkat dan berakhirnya sistem perbudakan Eropa.
Lihat Juga :