Punya Nafsu Makan Besar, Ternyata Paus Berperan Penting Sebagai Sumber Nutrisi di Laut
Kamis, 04 November 2021 - 09:26 WIB
loading...
A
A
A
Ahli ekologi HMS, Matthew Savoca mengatakan, paus melakukan jasa ekosistem penting, seperti pemupukan dan pencampuran nutrisi, yang juga dibutuhkan krill untuk berkembang. Ikan paus memproduksi dan mencampur lebih banyak nutrisi, seperti zat besi, daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Dengan banyak nutrisi yang dihasilkan dari kebiasaan makan paus, pada gilirannya akan mendorong berkembang plankton dengan fotosintesis yang membentuk dasar rantai makanan. Banyaknya plankton di laut, berarti lebih banyak krill yang hidup.
Keberadaan krill yang besar tentu bermanfaat sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan lain di laut, termasuk paus. Dengan banyaknya aktivitas fotosintesis, berarti lebih banyak karbon dioksida ditarik keluar dari atmosfer. (Baca juga; Nelayan Thailand Jadi Miliarder dalam Semalam, Temukan Muntahan Paus Senilai Rp17 M )
Di wilayah Samudra Selatan yang banyak terjadi aktivitas perburuan paus, berdampak pada populasi krill yang merosot lebih dari 80% sejak pertengahan abad ke-20. Padahal para ilmuwan memperkirakan paus balin di Samudra Selatan mampu memakan krill dua kali lebih banyak setiap tahun, sekitar 430 juta ton.
Jangan bayangkan berapa banyak makanan yang habis dimakan paus, sebaliknya berapa banyak sumber makanan yang tersedia dari aktivitas paus di sana. Belum lagi polusi karbon dioksida yang dibersihkan dari aktivitas fotositesis.
Dengan banyak nutrisi yang dihasilkan dari kebiasaan makan paus, pada gilirannya akan mendorong berkembang plankton dengan fotosintesis yang membentuk dasar rantai makanan. Banyaknya plankton di laut, berarti lebih banyak krill yang hidup.
Keberadaan krill yang besar tentu bermanfaat sebagai sumber makanan bagi ikan-ikan lain di laut, termasuk paus. Dengan banyaknya aktivitas fotosintesis, berarti lebih banyak karbon dioksida ditarik keluar dari atmosfer. (Baca juga; Nelayan Thailand Jadi Miliarder dalam Semalam, Temukan Muntahan Paus Senilai Rp17 M )
Di wilayah Samudra Selatan yang banyak terjadi aktivitas perburuan paus, berdampak pada populasi krill yang merosot lebih dari 80% sejak pertengahan abad ke-20. Padahal para ilmuwan memperkirakan paus balin di Samudra Selatan mampu memakan krill dua kali lebih banyak setiap tahun, sekitar 430 juta ton.
Jangan bayangkan berapa banyak makanan yang habis dimakan paus, sebaliknya berapa banyak sumber makanan yang tersedia dari aktivitas paus di sana. Belum lagi polusi karbon dioksida yang dibersihkan dari aktivitas fotositesis.
(wib)
Lihat Juga :