Hati-Hati, Segera Hapus 8 Aplikasi Kripto Berbahaya Ini di Ponsel Android Anda!

Minggu, 03 Oktober 2021 - 19:21 WIB
loading...
A A A
Perusahaan cyber security Trend Micro melaporkan bahwa ada lebih dari 120 aplikasi penambang bitcoin dan aset kripto lainnya yang palsu dan bahkan masih tersedia secara online. Aplikasi-aplikasi palsu itu sudah menginfeksi lebih dari 4.500 pengguna skala global mulai dari Juli 2020 hingga Juli 2021.

Bagi Anda yang memang tertarik dengan aset kripto dan mencari apliaksi kripto yang legal dan bagus, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Selalu baca ulasan/review di Google Play Store. Hati-hati jika banyak yang memberikan rating 1 bintang.

2. Silahkan uji aplikasi dengan memasukkan alamat dompet kripto yang palsu/salah. Jika aplikasi itu tetap menerimanya, maka ada kemungkinan berbahaya.

3. Selalu curiga apabila aplikasi tersebut tidak mengenakan biaya sama sekali saat Anda mentransfer aset kripto.

BACA JUGA: 6 Hal Unik yang Bisa Dilakukan lewat Cover Display Galaxy Z Flip3

Faktanya, Washington Post melaporkan bahwa dari 1,000 aplikasi dengan pendapatan terbesar di Apple App Store, hampir 2% adalah aplikasi scam/berbahaya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Siber Dimulai:...
Perang Siber Dimulai: Serangan Spyware di Indonesia Melonjak 64,2%, Negara Tetangga Ini Meledak 210%
Gawat, Google Search...
Gawat, Google Search Digunakan Hacker untuk Susupkan Malware lewat Situs Palsu
Paradoks Kripto Indonesia:...
Paradoks Kripto Indonesia: Jadi Raja Adopsi Dunia, tapi Anak Bawang Soal Skill
Wabah Digital di Saku:...
Wabah Digital di Saku: Serangan Malware di Ponsel Meledak, 12 Juta Pengguna Jadi Korban
Microsoft Klaim Selamatkan...
Microsoft Klaim Selamatkan 394.000 PC dari Malware Lumma Stealer, tapi Bahaya Tetap Mengintai!
Daftar Aplikasi Goblok...
Daftar Aplikasi Goblok di Play Store, Nomor 2 Paling Banyak di Download
Kapitalisasi Tokenisasi...
Kapitalisasi Tokenisasi Aset Tembus USD32,18 Miliar, PINTU Tambah 48 Pilihan Aset
Tokenisasi Aset Pintu...
Tokenisasi Aset Pintu Meroket Capai USD29 Miliar di 2026
Enam Tahun Perjalanan...
Enam Tahun Perjalanan Pintu Hadirkan Layanan Trading dan Investasi Aset Kripto
Rekomendasi
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Berita Terkini
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Infografis
Mayoritas Terjebak Perang,...
Mayoritas Terjebak Perang, Ini 10 Negara Paling Berbahaya di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved