Kebutuhan Fitur Digital Saat Dilema Memilih BTO atau WFH

Selasa, 14 September 2021 - 10:35 WIB
loading...
Kebutuhan Fitur Digital Saat Dilema Memilih BTO atau WFH
Pandemi Covid-19 membuat perusahaan dilema saat menentukan kebijakan BTO atau WFH. FOTO Ilustrasi/ IST
JAKARTA - Banyaknya perusahaan yang terjebak dalam dilema BTO (back to office) atau WFH ( work from home) saat ini, membuat penggunaan aplikasi kolaborasi kerja semakin meningkat.

Mulai dari perusahaan rintisan atau start-up berskala kecil hingga perusahaan divisi besar, para karyawan harus siap bekerja dari mana saja. BACA JUGA - Operasi Yustisi WFH dan WFO di Kota Palu

Meskipun banyak perusahaan telah berkomitmen untuk menggunakan produk-produk yang selama ini sudah dikenal dan sering dipakai, Lark menawarkan pendekatan yang berbeda dan mudah dipakai oleh pengguna.

"Tim Lark melihat bagaimana perusahaan sebagai organisasi, dan para profesional, eksekutif serta manajer sebagai individu masih banyak yang ragu tentang BTO dan WFH saat mereka merencanakan atau mengantisipasi model kerja yang akan diterapkan. Kami telah mengembangkan Lark yang secara fleksibel menghadirkan kemampuan kerja kolaborasi yang mulus tanpa hambatan ke tingkat yang lebih canggih lagi,” kata Joey Lim, VP Lark Commercial Asia seperti ditulis dalam web resmi Lark.



Survei terbaru McKinsey terhadap 100 eksekutif lintas industri dan wilayah geografis menegaskan bahwa produktivitas dan kepuasan pelanggan telah meningkat selama pandemi.

Tetapi ketika pandemi mereda, para eksekutif mengatakan bahwa model kerja hibrida di mana karyawan bekerja dari jarak jauh dan juga di kantor akan menjadi sangat umum.

“Mengingat tingginya prediksi untuk kondisi kerja hibrida, tim Teknologi Informasi dan Human Resources perusahaan, serta tim proyek atau tim kerja, semuanya akan membutuhkan aplikasi kolaborasi Lark yang fleksibel dan tangguh untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja.” tutup Joey Lim, VP Lark Commercial Asia.
(wbs)
preload video
Komentar Anda