Bangga, Startup Halodoc Masuk Daftar 100 Perusahaan Teknologi Kesehatan Top Dunia
Senin, 30 Agustus 2021 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah perusahaan rintisan yang ikut terpilih dalam daftar tersebut juga tergolong startup ternama dengan pertumbuhan impresif. Misalnya saja Grail dan Capsule dari Amerika Serikat, serta DNA Script yang berbasis di Prancis.
CEO dan Co-founder Halodoc Jonathan Sudharta menyebut bahwa hal ini menegaskan bahwa startup anak negeri memiliki daya saing tinggi di skala global. ”Sekaligus memotivasi kami untuk berinovasi memberi akses layanan kesehatan merata dan mudah bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” ujarnya.
100 perusahaan layanan kesehatan digital tersebut dibagi dalam 5 kategori, yaitu medical device, healthcare software, communication technology, biotech, dan consumer healthtech.
![Bangga, Startup Halodoc Masuk Daftar 100 Perusahaan Teknologi Kesehatan Top Dunia]()
100 perusahaan layanan kesehatan digital yang masuk daftar dianggap mampu mendemokratisasi layanan kesehatan dan telah merevolusi cara masyarakat berinteraksi dengan kesehatan. Foto: dok Halodoc
Perusahaan-perusahaan tersebut dianggap tidak hanya memimpin modernisasi sektor kesehatan, tetapi juga turut mendemokratisasi layanan kesehatan yang merata.
Mereka terpilih karena dianggap merevolusi cara hidup, khususnya di bidang kesehatan yang menjadi salah satu faktor penting dalam kehidupan masyarakat. Di dalam negeri, industri telehealth sendiri semakin disorot sejak pandemi mulai melanda Indonesia di Maret 2020.
CEO dan Co-founder Halodoc Jonathan Sudharta menyebut bahwa hal ini menegaskan bahwa startup anak negeri memiliki daya saing tinggi di skala global. ”Sekaligus memotivasi kami untuk berinovasi memberi akses layanan kesehatan merata dan mudah bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” ujarnya.
100 perusahaan layanan kesehatan digital tersebut dibagi dalam 5 kategori, yaitu medical device, healthcare software, communication technology, biotech, dan consumer healthtech.

100 perusahaan layanan kesehatan digital yang masuk daftar dianggap mampu mendemokratisasi layanan kesehatan dan telah merevolusi cara masyarakat berinteraksi dengan kesehatan. Foto: dok Halodoc
Perusahaan-perusahaan tersebut dianggap tidak hanya memimpin modernisasi sektor kesehatan, tetapi juga turut mendemokratisasi layanan kesehatan yang merata.
Mereka terpilih karena dianggap merevolusi cara hidup, khususnya di bidang kesehatan yang menjadi salah satu faktor penting dalam kehidupan masyarakat. Di dalam negeri, industri telehealth sendiri semakin disorot sejak pandemi mulai melanda Indonesia di Maret 2020.
Lihat Juga :