Tips Menangkal Serangan Peretas di Tengah Naiknya Penggunaan Internet

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 15:06 WIB
loading...
Tips Menangkal Serangan...
Foto/dok
A A A
JAKARTA - PPKM darurat masih terus diterapkan oleh pemerintah. Banyak aktivitas bekerja atau belajar masih harus dilakukan dari rumah secara daring. Alhasil, penggunaan internet pun semakin meningkat.

Namun, meningkatnya penggunaan internet beriringan dengan meningkatnya ancaman siber, di antaranya peretasan. Tentu ini merupakan ancaman nyata bagi pengguna internet. Jika tak hati-hati, penjahat siber bisa mengambil keuntungan. Maka dari itu, keamanan siber sangat diperlukan.

Pakar keamanan siber, Pratama Persadha, mengungkapkan aktivitas berselancar di internet dengan aman untuk urusan pekerjaan maupun kegiatan harian biasa, ada yang meliputi individu, organisasi, maupun lembaga pemerintah.

BACA: Cara Ganti Password Wifi Paling Aman Ga Bikin Repot

Bagi individu misalnya, terkadang ada yang membawa pekerjaan kantor ke rumah. Sebagai bentuk pencegahan, menurut Pratama minimal pihak kantor harus membekali perangkat yang aman.

"Misalnya laptop dilengkapi dengan berbagai tools standar keamanan seperti antivirus, anti spyware, VPN dan lainnya," ungkap Pratama, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Sabtu (28/8/2021).

Tidak hanya itu, harus ada edukasi dari pihak kantor, misalnya jangan sekali-kali membuka pekerjaan di laptop lewat jaringan wifi publik seperti di kafe, ini akan memperlebar risiko laptop diretas dan berbagai informasi bisa diambil oleh orang lain.

"Bila terpaksa membuka internet di luar rumah dan di luar kantor, usahakan memakai koneksi internet dari smartphone," jelasnya.

BACA JUGA: Masih Misterius, WHO Akan Hentikan Penyelidikan Virus Covid-19

Lalu bagi kantor dan juga lembaga pemerintah, bila ada bujet harus ditambahi keamanan esktra seperti zero trust. Menurutnya, modifikasi dan adaptasi cara kerja juga menuntut organisasi mengimplementasikan hybrid cloud, agar kerja-kerja di rumah dan kantor pembagiannya bisa berjalan lancar serta lebih aman.

"Yang paling penting bagi sebuah oragnisasi terutama lembaga pemerintah adalah melakukan monitoring dan bila perlu penetration test secara berkala," tambahnya.

Pratama menegaskan, pada prinsipnya tidak ada sistem informasi yang 100% aman, karena itulah tim IT harus secara berkala melakukan pengecekan pada level sistem operasi, web server, dan sistem aplikasinya.

Kemudian, langkah lain yang direkomendasikan Pratama adalah adanya manajemen session, yaitu memetakan dengan benar profil dan role user, secara default mematikan semua akses, kecuali yang ditentukan saja.

BACA JUGA: Lakukan Tips Ini, Aki Sepeda Motor Anda Dijamin Berumur Panjang

Langkah-langkah lain namun penting adalah mengedukasi agar setiap akun yang punya akses ke sistem kantor, terutama super admin, harus mengganti password secara berkala. Selain itu, untuk menghindari peretasan pada media sosial dan aseet digital para admin, lakukan pengamanan pada email utama dengan two step verification dan OTP SMS.

"Pengamanan dengan two step verification dan OTP SMS juga wajib dilakukan oleh setiap individu untuk mengamankan aset digital berupa email, medsos, marketplace dan lainnya. Karena banyak kebocoran data, jadi jangan buat password dengan tanggal lahir, maupun identitas lainnya," tandasnya.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Peringatan Keamanan...
Peringatan Keamanan Temukan AC, TV, dan Mesin Cuci Bisa Diretas
Bukan Cuma Adu Rudal,...
Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran
Claude Diperdaya Peretas...
Claude Diperdaya Peretas untuk Curi Data dan Dokumen Rahasia Meksiko
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Rekomendasi
Update, 3 Polisi Gugur...
Update, 3 Polisi Gugur saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng
Detail Jenis BBM B50...
Detail Jenis BBM B50 yang Bakal Tersedia di Seluruh SPBU Indonesia
BBM B50 Resmi Diterapkan,...
BBM B50 Resmi Diterapkan, ini Komponen Mobil Diesel yang Wajid Dicek Rutin
Berita Terkini
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved