Astronom China Incar Atap Dunia untuk Proyek Observatorium

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 14:25 WIB
loading...
Astronom China Incar...
Pemandangan Dataran Tinggi Tibet yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2010. Foto/ NASA JSC
A A A
BEIJING - Para astronom China sedang melakukan pembangunan program observatorium besar di atap dunia, yakni Dataran Tinggi Tibet. Lokasi yang dilirik adalah dekat Kota Lenghu, Provinsi Qinghai pada ketinggian lebih dari 4.200 meter dari permukaan laut dan sekitar 3.000 km di barat Beijing.

Rencana pembangunan kompleks observatorium kaliber tinggi yang ada di dunia, memungkinkan China melakukan pemantauan lebih baik dari sekarang. Saat ini, observatorium tertinggi dunia tersebar di Maunakea di Hawaii, Cerro Paranal di Chili, dan La Palma di Kepulauan Canary.

"Situs yang bagus untuk observatorium di China secara spasial ada di Dataran Tinggi Tibet. Ini sangat penting untuk pengembangan astronomi dan ilmu planet di China," kata rekan penulis Fei He, spesialis optik di Institut Geologi dan Geofisika dari Chinese Academy of Sciences di Beijing kepada Space.com melalui email.

BACA: Fenomena Blue Moon, Apakah Bulan Benar-benar Berubah Warna Biru?

Inisiatif ini sejalan dengan fokus besar China pada pembangunan fasilitas sains dan teknologi baru di seluruh dunia, Dean Cheng, seorang ahli militer China dan kegiatan luar angkasa di Heritage Foundation, sebuah think tank kebijakan publik konservatif yang berbasis di Washington, DC, mengatakan kepada Space.com.

"Astronomi adalah prioritas tinggi. Baik di dalam maupun di luar China, mereka sibuk meningkatkan kemampuan pengawasan ruang angkasa, kemampuan pengamatan ruang angkasa, tetapi juga kemampuan ilmiah mereka seperti yang telah kita lihat dengan misi mereka ke Mars dan bulan,” kata Cheng.

Situs yang dianalisis dalam penelitian baru ini terletak di Dataran Tinggi Tibet tetapi tidak di Tibet yang sebenarnya, yang diinvasi China pada tahun 1959. Provinsi Qinghai berada di sebelahnya, tetapi sekitar seperempat penduduknya adalah orang Tibet, menurut kantor pers pemerintah China Xinhua.

BACA JUGA: Cara Mengetahui Kapan Waktunya Anda Mengganti Ban Mobil

Dan sementara penelitian itu baru diserahkan Februari ini, observatorium sudah dalam pengerjaan di lokasi, menurut Xinhua. Biro berita mengumumkan pada April 2020 bahwa sebuah universitas China dan pemerintah daerah telah menyetujui persyaratan untuk pembangunan Wide Field Survey Telescope (WFST), teleskop optik 2,5 meter pada waktu yang dijadwalkan mulai bekerja pada 2022.

Sebelum berfokus pada situs di dekat Kota Lenghu, para ilmuwan di balik penelitian baru ini menyiapkan peralatan di tiga lokasi tambahan selama tahap awal penelitian, antara tahun 2016 dan 2018. Namun Kota Lenghu adalah situs yang sangat menarik.

Ditambah lagi, pejabat pemerintah daerah mengundang tim untuk melakukan analisis. “Lenghu selama ini dikenal masyarakat memiliki langit yang luar biasa cerah, dan pada saat yang sama, kawasan Lenghu memiliki bentang alam yang spektakuler mirip dengan Mars, oleh karena itu pemerintah daerah ingin mengembangkan industri pariwisata khusus di bidang astronomi dan ilmu keplanetan,” tulisnya.

BACA JUGA: Cara Mengubah Foto Menjadi HD Agar Gambar Lebih Tajam Tanpa Aplikasi

Jadi He dan rekan-rekannya melakukan trekking ke situs yang terletak di Gunung Saishiteng di ketinggian sekitar 4.200 meter, sekitar 60 meter lebih tinggi dari Observatorium Keck di Hawaii. Ketinggian situs adalah kuncinya: atmosfer bumi menyebabkan gangguan dalam pengamatan astronomi lebih kecil.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Struktur Kuno Rujm el-Hiri...
Struktur Kuno Rujm el-Hiri Diklaim Berkaitan dengan Teknologi Astronomi
Hari Ini Jarak Bumi...
Hari Ini Jarak Bumi dengan Bulan Sangat Berdekatan
Astronot NASA Tangkap...
Astronot NASA Tangkap Kilatan Cahaya Misterius di ISS
Temuan Baru, Bintang...
Temuan Baru, Bintang Utara Ternyata Punya Bintik dan Pendamping Tersembunyi
Penemuan Besar, Pertama...
Penemuan Besar, Pertama Kali Para Astronom Mendeteksi Oksigen di Planet Venus
Kisah Zhafif, Siswa...
Kisah Zhafif, Siswa Kharisma Bangsa Peraih Emas OSN Astronomi dan Bercita Jadi Peneliti
Gerhana Bulan Total...
Gerhana Bulan Total Hari Ini, Catat Waktunya!
10 Jurusan yang Hanya...
10 Jurusan yang Hanya Ada 1 di Indonesia, Unik dan Prospek Karier Menjanjikan
Rekomendasi
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Berita Terkini
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved