Struktur Kuno Rujm el-Hiri Diklaim Berkaitan dengan Teknologi Astronomi
Kamis, 09 Januari 2025 - 07:33 WIB
loading...
Struktur Kuno Rujm el-Hiri. FOTO/ IFL SCIENCE
A
A
A
GOLAN - Sebuah struktur kuno yang dikenal sebagai Rujm el-Hiri ('Roda Hantu') telah membuat para arkeolog bingung setelah mengetahui perubahan tak terduga yang dapat mengubah pemahaman kita tentang tujuannya.
BACA JUGA - 5 Fenomena Astronomi Bukti Keindahan Alam Semesta
Situs tersebut, yang terletak di daerah terpencil di dataran tinggi Golan di barat daya Suriah, diyakini memiliki fungsi astronomi bagi peradaban awal. Namun, kejadian baru-baru ini telah menimbulkan pertanyaan baru tentang tujuan awalnya.
Roda Hantu adalah formasi batu melingkar yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Namanya berasal dari penampakannya yang menyeramkan berupa batu-batu yang sudah usang dan cerita rakyat di sekitarnya, yang menunjukkan adanya hubungan dengan roh-roh kuno.
Selama puluhan tahun, para arkeolog dan sejarawan berspekulasi bahwa itu berfungsi sebagai alat astronomi, mungkin untuk melacak peristiwa-peristiwa langit.
Namun, penelitian terkini telah mengungkap adanya pergeseran yang tidak dapat dijelaskan pada salah satu batu yang membentuk sumbu utama roda, yang berarti roda tersebut tidak selalu sejajar dengan benda-benda langit.
Setelah pemeriksaan yang saksama, para peneliti dari Universitas Tel Aviv dan Universitas Ben-Gurion di Negev di Israel mengonfirmasi pergerakan tersebut, yang seharusnya tidak mungkin terjadi mengingat usianya dan stabilitas struktur di sekitarnya.
BACA JUGA - 5 Fenomena Astronomi Bukti Keindahan Alam Semesta
Situs tersebut, yang terletak di daerah terpencil di dataran tinggi Golan di barat daya Suriah, diyakini memiliki fungsi astronomi bagi peradaban awal. Namun, kejadian baru-baru ini telah menimbulkan pertanyaan baru tentang tujuan awalnya.
Roda Hantu adalah formasi batu melingkar yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Namanya berasal dari penampakannya yang menyeramkan berupa batu-batu yang sudah usang dan cerita rakyat di sekitarnya, yang menunjukkan adanya hubungan dengan roh-roh kuno.
Selama puluhan tahun, para arkeolog dan sejarawan berspekulasi bahwa itu berfungsi sebagai alat astronomi, mungkin untuk melacak peristiwa-peristiwa langit.
Namun, penelitian terkini telah mengungkap adanya pergeseran yang tidak dapat dijelaskan pada salah satu batu yang membentuk sumbu utama roda, yang berarti roda tersebut tidak selalu sejajar dengan benda-benda langit.
Setelah pemeriksaan yang saksama, para peneliti dari Universitas Tel Aviv dan Universitas Ben-Gurion di Negev di Israel mengonfirmasi pergerakan tersebut, yang seharusnya tidak mungkin terjadi mengingat usianya dan stabilitas struktur di sekitarnya.
Lihat Juga :