Viral Tweet Dokter Soroti Penanganan COVID-19 di Surabaya, Ada Apa?
Kamis, 28 Mei 2020 - 13:28 WIB
loading...
Seorang dokter menyoroti kesiapan rumah sakit di Kota Surabaya dalam menanganI COVID-19. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Viral beredar sebuah utasan di Twitter terkait bobroknya penanganan pandemik COVID-19 di Surabaya. Utasan tersebut dicuitkan oleh akun @cakasana dan telah di Retweets hampir 13.000 kali dan mendapat like sekitar 22.000.
"Oke kalau gitu kita mulai saja... SEBUAH UTAS tentang bobroknya penanganan COVID-19 di Surabaya," tulis akun tersebut di awal cuitannya.
Pemilik akun mengaku bahwa dirinya adalah seorang dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Surabaya. Dalam cuitannya, dia mengatakan, beberapa informasi tidak bisa dirinya sebutkan sumbernya tapi menjamin bahwa informasi tersebut valid.
"Oke kita mulai dari awal tentang rumah sakit dulu ya... tentang RS-RS rujukan yang menerima pasien dengan COVID-19 di Surabaya. Adanya total 15 RS. Tapi ga semua diciptakan sama," cuitnya
"Ada yang punya ventilator ada yang tidak, ada yang ICU-nya siap untuk COVID-19 ada yang tidak. Ada yang kamarnya pakai exhaust ada yang pakai angin jendela. Nah apes-apesnya pasien aja kalau ini, kalau RS yang gak ada ventilatornya, ya kalau perburukan enggak ada yang bisa dilakukan," sambung cuitan tersebut.
Tak hanya pemerintah Kota Surabaya saja yang dia sorot, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga ikut disebut namanya dalam utasan ini. Menurutnya, rumah sakit dadakan yang dibangun ini pemeriksaannya tidak lengkap.
Namun dalam perjalanan utasannya, akun @cakasana ini sempat beberapa kali mengklarifikasi tweetnya sendiri.
"Oke kalau gitu kita mulai saja... SEBUAH UTAS tentang bobroknya penanganan COVID-19 di Surabaya," tulis akun tersebut di awal cuitannya.
Pemilik akun mengaku bahwa dirinya adalah seorang dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit rujukan COVID-19 di Surabaya. Dalam cuitannya, dia mengatakan, beberapa informasi tidak bisa dirinya sebutkan sumbernya tapi menjamin bahwa informasi tersebut valid.
"Oke kita mulai dari awal tentang rumah sakit dulu ya... tentang RS-RS rujukan yang menerima pasien dengan COVID-19 di Surabaya. Adanya total 15 RS. Tapi ga semua diciptakan sama," cuitnya
"Ada yang punya ventilator ada yang tidak, ada yang ICU-nya siap untuk COVID-19 ada yang tidak. Ada yang kamarnya pakai exhaust ada yang pakai angin jendela. Nah apes-apesnya pasien aja kalau ini, kalau RS yang gak ada ventilatornya, ya kalau perburukan enggak ada yang bisa dilakukan," sambung cuitan tersebut.
Tak hanya pemerintah Kota Surabaya saja yang dia sorot, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga ikut disebut namanya dalam utasan ini. Menurutnya, rumah sakit dadakan yang dibangun ini pemeriksaannya tidak lengkap.
Namun dalam perjalanan utasannya, akun @cakasana ini sempat beberapa kali mengklarifikasi tweetnya sendiri.
Lihat Juga :