Apakah Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab? Bos WHO: Mungkin Saja!

Senin, 26 Juli 2021 - 08:18 WIB
loading...
Apakah Covid-19 Berasal...
Bos WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta China lebih transparan terhadap asal muasal virus Corona. Ia mengakui masih terlalu dini jika pandemi berasal dari kebocoran laboratorium. Foto: AP/Laurent Gillieron
A A A
CHINA - Asal muasal pandemi Covid-19 masih misteri hingga saat ini. Ya, virus itu memang pertama ditemukan di China. Tapi, ternyata data soal itu sangatlah minim.

Benarkah Covid-19 asalnya dari kebocoran laboratorium? Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut bahwa kemungkinan itu masih terbuka.

BACA JUGA: Membahas Fitur OPPO Reno6 dari A Sampai Z

Hingga saat ini, ia ingin tetap menganggap bahwa dugaan itu terus ada.Gara-garanya,akses informasi soal asal muasal Covid-19 sangatlah minim. Bahkan, ia sudah meminta China untuk lebih transparan ketika para ilmuwan mencari asal-usul virus corona.

Tedros mengatakan, mendapatkan akses ke data mentah yang jadi asal muasal Covid-19 di China sangat sulit. Apalagi, menemukan manusia pertama yang diidentifikasi menderita Covid-19 di kota Wuhan, China.

Kepada media, Tedros mengungkapkan kekesalannya. Ia bercerita bahwa WHO di Jenewa meminta agar China lebih transparan, terbuka, lebih kooperatif. Terutama soal informasi serta data mentah yang diminta di hari-hari awal pandemi.

Jika pemerintah Chinta tidak transparan, maka dugaan dan teori bahwa virus Covid-19 itu memang benar-benar berasal dari kebocoran laboratorium pemerintah China di Wuhan bisa jadi memang ada.

Meski, dalam laporan Maret 2021 WHO sudah merilis laporan bahwa kebocoran laboratorium “sangat tidak mungkin”.

“Saya sendiri adalah seorang teknisi laboratorium, saya seorang ahli imunologi, dan saya telah bekerja di laboratorium, dan kecelakaan laboratorium terjadi,” kata Tedros. “Itu hal biasa.”

WHO sendiri sedang melakukan penyelidikan baru untuk mencari tahu asal Covid-19. Dan ia berharap agar “pemerintah China lebih kooperatif dalam memberikan informasi,”.

Dalam beberapa bulan terakhir, gagasan bahwa pandemi dimulai di laboratorium dan mungkin melibatkan virus yang direkayasa kembali mengemuka. Dan ini bukan teori konspirasi. Sebab, Presiden Joe Biden juga sudah memerintahkan intelijen AS untuk meninjau kembali soal wacana itu pada Mei 2021.

Tapi, China tidak terima. Bahkan, menyerang balik. Mereka mengatakan bahwa dugaan menghubungkan asal-usul Covid-19 ke laboratorium bermotivasi politik. China menegaskan bahwa Covid-19 bukan berasal dari negara mereka.

Pada pertemuan tahunan para menteri kesehatan WHO belum lama ini, China juga mengatakan bahwa pencarian asal-usul Covid-19 harus dilanjutkan, tapi di negara lain.

Sebagian besar ilmuwan memang menduga bahwa virus corona berasal dari kelelawar. Tapi, bagaimana pertama kali virus itu masuk ke tubuh manusia--melalui hewan perantara atau dengan cara lain--belum ditentukan.

Biasanya memang diperlukan waktu tahunan untuk mempersempit sumber alami virus hewan seperti Ebola atau Sars.

Tedros mengatakan bahwa "memeriksa apa yang terjadi, terutama di laboratorium WHO, adalah penting" untuk memastikan jika pandemi ini memang berhubungan dengan laboratorium atau tidak.

BACA JUGA: Perlukah Berganti Ponsel 5G di 2021?

“Kami membutuhkan informasi, informasi langsung tentang bagaimana situasi lab ini sebelum dan pada awal pandemi,” kata Tedro. ”Karena itu kerja sama dengan pemerintah China sangat penting. Jika kami mendapatkan informasi lengkap, kami dapat mengecualikan (dugaan berasal dari lab).”

Sepanjang pandemi, Tedros telah berulang kali memuji China atas kecepatan dan transparansinya meskipun pejabat senior WHO secara internal mengeluhkan kebingungan dari rekan-rekan China mereka.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hantavirus Merebak,...
Hantavirus Merebak, Bill Gates Peringatkan Pandemi Berikutnya Bisa 10 Kali Lebih Buruk
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Riset WHO: Lebih dari...
Riset WHO: Lebih dari 7,2 Juta Orang Berisiko Tenggelam pada 2050
WHO Pastikan Ponsel...
WHO Pastikan Ponsel Tidak Menyebabkan Kanker, Ini Riset Ilmiahnya
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Benarkah Kapal Nabi...
Benarkah Kapal Nabi Nuh Kayunya Berasal dari Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved