Ilmuwan Ini Sarankan PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Penjelasannya

Minggu, 11 Juli 2021 - 22:05 WIB
loading...
Ilmuwan Ini Sarankan...
PPKM Darurat butuh waktu lebih panjang dan diimbangi oleh pengetatan dan kedisiplinan yang tegas. Foto: Sindonews
A A A
JAKARTA - Salah satu ilmuwan muda Indonesia, Dr. Iqbal Ridzi Fahdri Elyazar, menjelaskan gagasannya untuk tidak terburu-buru mengakhiri PPKM Darurat. Tentunya, hal ini melihat dari beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan.

Melalui live streaming yang diadakan ALMI (Akademi Ilmuwan Muda Indonesia) di kanal Youtubenya, ALMI TV, Minggu (11/7), Dr. Iqbal Elyazar sebelumnya menyampaikan beberapa hal terkait kondisi saat ini.

BACA JUGA: Farma Plus, Situs untuk Cek Ketersedian Obat Covid 19 di Apotek

Dimana dia menyampaikan kondisi saat ini yang sedang tidak baik-baik saja dan kasus covid-19 pun meningkat secara drastis.

Menurut manajer program Geospatial Epidemiology, Eijikman-Oxford Clinical Research Unit itu memberikan beberapa 4 poin alasan PPKM Darurat bisa berbahaya jika terburu-buru diakhiri :

1. Tidak semua orang divaksinasi (baru 7 dari 100 yang divaksinasi).

2. Tidak 100% vaksin bekerja untuk memproteksi penularan.

3. Penularan akan kembali terjadi di masyarakat dan akan semakin parah.

4. Sirkulasi varian yang berbahaya akan meluas.

Maka dari itu, dia berpendapat bahwa PPKM Darurat butuh waktu lebih panjang dan diimbangi oleh pengetatan dan kedisiplinan yang tegas.

BACA JUGA: Diam-Diam Bos Facebook Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg Ternyata Tidak Akur

"Inti yang saya sampaikan adalah bahwa PPKM Darurat selama 2 minggu itu tidak cukup, kita butuh waktu lebih panjang. Kita butuh waktu 1 bulan dan dengan pengetatan dan kedisiplinan yang lebih tegas," ujar Dr. Iqbal Elyazar.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hantavirus Merebak,...
Hantavirus Merebak, Bill Gates Peringatkan Pandemi Berikutnya Bisa 10 Kali Lebih Buruk
Arti Warna Hijau, Oranye...
Arti Warna Hijau, Oranye dan Merah di Fitur Safe Entrance Aplikasi PeduliLindungi
Apakah Covid-19 Berasal...
Apakah Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab? Bos WHO: Mungkin Saja!
Daftar Game yang Bisa...
Daftar Game yang Bisa Dimainkan untuk Atasi Jenuh saat PPKM Darurat
Empat Fitur Spotify...
Empat Fitur Spotify yang Jarang Diketahui untuk Merayakan Momen Idul Adha
Berani Jual Vitamin...
Berani Jual Vitamin dan Obat Palsu, Shopee Bakal Laporkan ke Polisi
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Gejala Varian Covid-19...
Gejala Varian Covid-19 Stratus yang Dominan di Indonesia, Suara Serak Jadi Ciri Khas
Varian Covid-19 XFG...
Varian Covid-19 XFG Stratus Muncul di 38 Negara, Gejalanya Unik
Rekomendasi
SPMB Kota Bandung 2026...
SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 1 Dibuka, Simak Kuota, Syarat, dan Jadwal
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Oditur Militer: Jika...
Oditur Militer: Jika Kita Bisa Lihat Andrie Yunus, Tuntutan Bisa Lebih Tinggi
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved