Studi: Tidak Ada yang Bisa Mencegah Anak-Anak Terpapar Pornografi Online
Senin, 28 Juni 2021 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
Yang berbeda, ada di durasinya. Hanya 8 persen wanita menonton pornografi dua kali sebulan. Sangat jarang yang menonton seminggu sekali. Sebaliknya, 70 persen pria menonton pornografi seminggu sekali.
Sayangnya, penelitian tersebut juga menyebut bahwa peraturan di rumah yang melarang pornografi, memblok situs-situs dewasa, serta mengecek history web browser tidak efektif untuk mencegah anak/remaja terpapar pornografi. ”Keterlibatan dan aturan orang tua sangat penting. Tapi, masih perlu ada langkah lebih lanjut,” tulis penelitian tersebut.
![Studi: Tidak Ada yang Bisa Mencegah Anak-Anak Terpapar Pornografi Online]()
Pada Juni 2020, Kementrian Dalam Negeri New Zealand menggelar kampanye Keep It Real Online. Kampanye tersebut mendorong orang tua untuk tidak malu-malu membicarakan pornografi kepada anak mereka. Dan tidak hanya soal pornografi saja, tapi berbagai masalah yang dihadapi naka-anak di dunia online. Termasuk juga bullying.
BACA JUGA: 4 Alasan Mengapa Xiaomi Mi 11 Lite Digilai Kaum Hawa
Kampanye tersebut memperlihatkan video edukasi yang menceritakan dua aktor video dewasa tiba-tiba mengetuk sebuah rumah. Lalu, mengatakan kepada pemilik rumah bahwa anak mereka sedang melihat pornografi. Akhirnya sang ibu mengajak anaknya untuk bicara tentang pornografi. Video tersebut viral, ditonton 2,5 juta dalam dua pekan.
Sayangnya, penelitian tersebut juga menyebut bahwa peraturan di rumah yang melarang pornografi, memblok situs-situs dewasa, serta mengecek history web browser tidak efektif untuk mencegah anak/remaja terpapar pornografi. ”Keterlibatan dan aturan orang tua sangat penting. Tapi, masih perlu ada langkah lebih lanjut,” tulis penelitian tersebut.

Pada Juni 2020, Kementrian Dalam Negeri New Zealand menggelar kampanye Keep It Real Online. Kampanye tersebut mendorong orang tua untuk tidak malu-malu membicarakan pornografi kepada anak mereka. Dan tidak hanya soal pornografi saja, tapi berbagai masalah yang dihadapi naka-anak di dunia online. Termasuk juga bullying.
BACA JUGA: 4 Alasan Mengapa Xiaomi Mi 11 Lite Digilai Kaum Hawa
Kampanye tersebut memperlihatkan video edukasi yang menceritakan dua aktor video dewasa tiba-tiba mengetuk sebuah rumah. Lalu, mengatakan kepada pemilik rumah bahwa anak mereka sedang melihat pornografi. Akhirnya sang ibu mengajak anaknya untuk bicara tentang pornografi. Video tersebut viral, ditonton 2,5 juta dalam dua pekan.
(dan)
Lihat Juga :