Ancaman Perbankan Online Makin Sangar, Kenali Aplikasi dan Malware Berbahaya Ini
Selasa, 08 Juni 2021 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A

Dalam kasus Bizarro, program dapat dikirimkan dalam beberapa cara—baik melalui tautan berbahaya yang terdapat dalam email spam, atau melalui aplikasi yang di-trojan. Dengan menggunakan metode licik ini, operator trojan akan menanamkan malware ke perangkat target. “Malware itu berisi lebih dari 100 perintah dan memungkinkan penyerang mencuri kredensial akun perbankan online,” tulis para peneliti Kasperskuy Lab.
Begitu sukses beroperasi, Bizarro bisa memanipulasi individu yang ditargetkan, termasuk pencatat keystroke yang memungkinkan pengambilan informasi login pribadi. Dalam beberapa kasus, malware dapat memungkinkan penjahat untuk menyita dompet kripto korban juga.
Baca juga : Peluang Buat Indonesia, Chevrolet Corvette Kini Punya Varian Setir Kanan
Sebelumnya Check Point Research juga pernah mengumumkan beberapa aplikasi berbahaya bagi pengguna ponsel Android akan potensi bocornya data internet banking. Menurut Check Point Research, dropper bernama Clast82 dapat menghindari deteksi oleh Google Play Protect dan dapat mengubah muatan dari aplikasi yang tidak berbahaya menjadi aplikasi yang dapat mengakses akun keuangan dan mengendalikan handset korbannya.
Check Point, sebut Phone Arena, menemukan dropper, yang dipicu oleh penyerang jarak jauh, memasukkan kode berbahaya ke dalam aplikasi keuangan yang sah.
Lihat Juga :