Misinformasi Bisa Menimpa Siapapun, Termasuk Fotografer Darwis Triadi…
Selasa, 11 Mei 2021 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Peneliti Ethan Porter, Thomas Wood, dan Yamil Velez menemukan bahwa koreksi dalam bentuk cek fakta dapat mengurangi efek misinformasi pada pada kepercayaan masyarakat seputar informasi terkait Covid-19. Berikut lima tips sederhana dari Google untuk membantu mengajukan pertanyaan yang tepat agar dapat mengenali misinformasi di internet dengan lebih baik:
1. Cari tahu sumbernya lebih lanjut
Jika menemukan artikel atau cerita mengejutkan dari situs web yang sama sekali belum pernah di dengar, jangan langsung anggap benar. Cek apakah sumbernya itu valid. Saat ini ada banyak sekali media abal-abal yang memuat judul clickbait demi trafik. Padahal, beritanya tidak benar. Banyak juga situs dan blog yang diciptakan untuk menyebarkan berita-berita heboh dan hoax. Karena itu, pastikan membagikan berita dari media yang memiliki kredibilitas dan dipercaya.
Pengguna juga bisa mencari informasi lebih lanjut tentang suatu situs dengan meminta Google menghapus hasil penelusuran dari domain bersangkutan. Misalnya, jika ingin mencari informasi tentang YouTube dari situs lain, bisa meminta Google menghapus hasil penelusuran dari domain youtube.com.
2. Cek apakah gambar digunakan dalam konteks benar .
Satu gambar bisa bermakna 1.000 kata. Namun, gambar juga bisa diambil di luar konteks atau diedit untuk menyesatkan orang yang melihatnya. Pengguna bisa menelusuri menggunakan gambar dengan mengklik kanan pada gambar atau foto, lalu klik “Telusuri gambar ini di Google".
Bahkan bisa dilakukan di ponsel dengan menyentuh lama gambar tersebut. Tindakan ini akan menelusuri gambar dan memeriksa apakah gambar tersebut pernah muncul di internet dan dalam konteks apa, sehingga bisa tahu jika makna gambar telah diubah dari aslinya.
3. Lihat sumber lain
Jangan terpaku pada satu sumber saja. Lihat bagaimana (dan apakah) situs berita lainnya juga mewartakan peristiwa yang sama sehingga Anda bisa tahu gambaran besarnya. Beralihlah ke mode berita atau telusuri suatu topik di news.google.com. Pastikan untuk mengklik “Liputan Lengkap” jika opsi ini tersedia.
1. Cari tahu sumbernya lebih lanjut
Jika menemukan artikel atau cerita mengejutkan dari situs web yang sama sekali belum pernah di dengar, jangan langsung anggap benar. Cek apakah sumbernya itu valid. Saat ini ada banyak sekali media abal-abal yang memuat judul clickbait demi trafik. Padahal, beritanya tidak benar. Banyak juga situs dan blog yang diciptakan untuk menyebarkan berita-berita heboh dan hoax. Karena itu, pastikan membagikan berita dari media yang memiliki kredibilitas dan dipercaya.
Pengguna juga bisa mencari informasi lebih lanjut tentang suatu situs dengan meminta Google menghapus hasil penelusuran dari domain bersangkutan. Misalnya, jika ingin mencari informasi tentang YouTube dari situs lain, bisa meminta Google menghapus hasil penelusuran dari domain youtube.com.
2. Cek apakah gambar digunakan dalam konteks benar .
Satu gambar bisa bermakna 1.000 kata. Namun, gambar juga bisa diambil di luar konteks atau diedit untuk menyesatkan orang yang melihatnya. Pengguna bisa menelusuri menggunakan gambar dengan mengklik kanan pada gambar atau foto, lalu klik “Telusuri gambar ini di Google".
Bahkan bisa dilakukan di ponsel dengan menyentuh lama gambar tersebut. Tindakan ini akan menelusuri gambar dan memeriksa apakah gambar tersebut pernah muncul di internet dan dalam konteks apa, sehingga bisa tahu jika makna gambar telah diubah dari aslinya.
3. Lihat sumber lain
Jangan terpaku pada satu sumber saja. Lihat bagaimana (dan apakah) situs berita lainnya juga mewartakan peristiwa yang sama sehingga Anda bisa tahu gambaran besarnya. Beralihlah ke mode berita atau telusuri suatu topik di news.google.com. Pastikan untuk mengklik “Liputan Lengkap” jika opsi ini tersedia.
Lihat Juga :