Ukur Kesehatan Tanah, Ilmuwan Swiss Kubur 2.000 Pasang Celana Dalam

Sabtu, 01 Mei 2021 - 09:00 WIB
loading...
Ukur Kesehatan Tanah,...
Peneliti Swiss melakukan studi unik dalam penentuan kesehatan atau kesuburan tanah. Foto/IST.
A A A
JAKARTA - Sebuah studi dengan nama sandi Proof By Underpants sedang berlangsung di Swiss. Dalam riset ini, para peneliti mengirimkan ribuan pasang pakaian dalam katun putih kepada para sukarelawan, yang kemudian akan menguburnya di kebun mereka. Percaya atau tidak, ini adalah cara mutakhir untuk mengukur kesehatan tanah.

Ilmuwan dari lembaga penelitian negara, Agroscope, nantinya akan menggali tanah yang tidak dapat disebutkan namanya dan menganalisisnya. Mereka akan melihat sejauh mana organisme kecil di bumi telah menggerogoti kain. Semakin "suci" semakin baik.Baca juga : Pesan Sekarang, Daihatsu Rocky Dapat Insentif PPnBM yang Mana?

“Terlepas dari ikat pinggang dan jahitannya, celana uji kami terbuat dari 100% katun organik yang dapat terurai secara hayati,” demikian bunyi situs publik proyek tersebut, seperti dilansir laman Science Focus. “Zat ini bisa menjadi sumber makanan berbagai mikroorganisme di dalam tanah. Mereka makan celana dalam dengan sangat lapar. Semakin banyak mikroorganisme aktif yang hidup di dalam tanah, semakin cepat dan holistik celana dalam akan dimakan."

Setiap relawan akan mendapatkan dua pasang celana. Satu akan digali setelah sebulan, yang lainnya akan digali setelah dua bulan. Mereka akan dianalisis lubangnya untuk menentukan kesehatan dari apa yang para peneliti sebut "hutan di bawah kaki kita".

Relawan dan ilmuwan juga akan menganalisis kantong teh yang terkubur sekaligus sebagai kontrol. Sementara DNA dari tanah di sekitarnya untuk menentukan jenis organisme apa yang hidup di sana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Laba-laba Laut Ini Mampu...
Laba-laba Laut Ini Mampu Bertahan Hidup dengan Beternak Bakteri Pemakan Metana di Tubuhnya
China Berencana Bawa...
China Berencana Bawa Bakteri dari Luar Angkasa ke Bumi
Ajaib, Ilmuwan Temukan...
Ajaib, Ilmuwan Temukan Bakteri yang Bisa Menyalakan Lampu!
Suhu -3 Derajat Celcius...
Suhu -3 Derajat Celcius Bisa Membunuh Bakteri, Teknologi Advance Cooling Diperkenalkan
Virus dan Bakteri Berbahaya...
Virus dan Bakteri Berbahaya Bermunculan, Antibiotik di Ujung Tanduk
Tiga Penyakit Ini Diprediksi...
Tiga Penyakit Ini Diprediksi Akan Menjadi Teror pada Tahun 2025
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Rekomendasi
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Berita Terkini
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved