Modal Ceban Bisa Investasi, Dua Bulan OVO Diserbu 250 Ribu Investor Pemula

Senin, 05 April 2021 - 12:05 WIB
loading...
Modal Ceban Bisa Investasi,...
Reksa dana pasar uang paling banyak dipilih para investor pemula dibandingkan produk investasi lainnya karena alasan manajer investasi yang handal dan risiko yang rendah. Foto: dok OVO
A A A
JAKARTA - Di kala pandemi, jumlah investor baru justru bertambah pesat. Mereka semakin melek berinvestasi, khususnya di produk reksa dana pasar uang. Selain menabung untuk masa depan dan juga karena melihat efek sangat besar yang diakibatkan pandemi.

Hal ini dirasakan oleh OVO. Belum lama ini mereka memang mempersilahkan investor untuk berinvestasi dengan biaya yang sangat murah. Yakni Rp10 ribu saja. Tepatnya di Manulife OVO Bareksa Likuid (MOBLI) kelolaan Manulife Aset Manajemen Indonesia.

BACA JUGA: OPPO A54 Mulai Dijual Hari Ini, Harga Rp2.699.000, Ada Dua Opsi Warna

Menurut OVO, 90% pengguna layanan ini mengunggulkan fitur pencairan dana yang mudah dan 61% memilih layanan tersebut karena pergerakan transaksinya dapat dengan mudah dimonitor di aplikasi OVO.

”Performa reksa dana pasar uang MOBLI pertama diluncurkan akhir Januari 2021. Sekarang, jumlah investor telah tembus 250 ribu orang hanya dalam dua bulan,” beber Harumi Supit, Head of Corporate Communications OVO.

Harumi mengatakan, mayoritas investor yang menggunakan fitur ‘Invest’ di aplikasi OVO dan membeli MOBLI adalah para investor pemula dan muda dengan usia rata-rata 26 tahun. ”Kriteria utama mereka dalam berinvestasi adalah karena risikonya rendah dan dana dikelola oleh manajer investasi,” paparnya.

Pakar keuangan Dani Rachmat mengatakan, berinvestasi di reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk para investor pemula. Namun, dirinya juga mengingatkan bila investor harus paham profil risiko mereka masing-masing. Hal ini penting untuk menjadi panduan menentukan portofolio investasi ke depannya.

“Investasi itu hitungan dari untung dan rugi. Profil risiko penting untuk mengetahui perasaan kita saat berinvestasi. Memahami profil risiko bisa jadi panduan menentukan besaran dan produk investasi yang dipilih,” jelas Dani.

Ia menyebut ada enam profil risiko, yaitu ekstra konservatif, konservatif, moderat, seimbang, agresif dan ekstra agresif.

”Untuk ekstra konservatif dan memilih opsi yang benar-benar aman, dapat diambil atau dicairkan kapan saja dan tidak ada risiko sama sekali karena dijamin pemerintah, lebih baik memilih 90 persen pasar uang, 10 persen di pendapatan tetap. Untuk yang ekstra agresif, dapat memilih 80 persen atau bahkan 100 persen saham,” lanjut Dani.

Sadar pentingnya edukasi investasi untuk para investor pemula, OVO menggelar “OVO Fintalk”, seminar edukasi sebanyak delapan episode yang berlangsung sejak 25 Februari 2021 sampai 15 April 2021 nanti.

BACA JUGA: Review Kamera dan Hasil Foto Kamera 108 MP Xiaomi Redmi Note 10 Pro

Ada delapan tokoh finansial yang akan berbagi pengetahuan seputar investasi dan keuangan, antara lain Melvin Mumpuni, Dani Rachmat, Phillip Mulyana, Fellexandro Ruby, Ligwina Hananto, Felicia Putri, Aidil Akbar, dan Annisa Steviani.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fakta OJK Bikin Ngeri!...
Fakta OJK Bikin Ngeri! Cuma 66% Gen Z Paham Keuangan, OVO Garap Mahasiswa UI & UGM
Terbesar dalam Sejarah,...
Terbesar dalam Sejarah, Microsoft Berinvestasi Rp27 Triliun Lebih di Indonesia
Nvidia Pilih Investasi...
Nvidia Pilih Investasi di Thailand, Indonesia Kembali Ketinggalan Kereta Teknologi?
Investasi Microsoft...
Investasi Microsoft di Malaysia Jauh Lebih Besar di Banding Indonesia, Nilainya Rp35,57 Triliun
Butuh Dana Cepat, Begini...
Butuh Dana Cepat, Begini Cara Pinjam Uang di Aplikasi OVO tanpa KTP
Intel Investasi Besar...
Intel Investasi Besar Bangun Pabrik Pembuat Chip di Israel, Gelontorkan Dana Rp385,8 Triliun
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Rekomendasi
Tantri Kotak Diduga...
Tantri Kotak Diduga Jadi Korban Penipuan Rp10 Miliar, Arda Naff Angkat Bicara
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Riset: Adopsi AI di...
Riset: Adopsi AI di Sektor Melesat Berbanding dengan Tata Kelola dan Kendala Infrastruktur
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved