Riset: Adopsi AI di Sektor Melesat Berbanding dengan Tata Kelola dan Kendala Infrastruktur
Selasa, 23 Juni 2026 - 09:41 WIB
loading...
Adopsi AI di Sektor Melesat Berbanding dengan Tata Kelola dan Kendala Infrastruktur. Foto / IST
A
A
A
JAKARTA - Nutanix mengumumkan temuan dari laporan tahunan Financial Sector Enterprise Cloud Index (ECI) yang kedelapan.
Temuan tersebut mengungkapkan bahwa meskipun organisasi layanan keuangan mengadopsi AI dengan cepat, banyak di antaranya yang masih kesulitan untuk memperluas skala pemanfaatannya secara efektif karena aspek tata kelola, infrastruktur, dan kesiapan operasional mereka masih tertinggal.
Temuan-temuan utama seperti Shadow AI kian marak dan menimbulkan risiko yang signifikan: sebanyak 66% eksekutif IT melaporkan bahwa karyawan menggunakan AI yang tidak diizinkan resmi, sementara 86% di antaranya mengatakan bahwa fenomena tersebut menimbulkan risiko bisnis.
Tata kelola dan proses menjadi hambatan terbesar: Kompleksitas proses (38%) dan faktor organisasi, termasuk kepemimpinan dan keahlian (34%), lebih besar pengaruhnya dibandingkan keterbatasan teknis (28%) saat meningkatkan skala penerapan AI.
Kedaulatan data menciptakan ketegangan yang semakin meningkat: Meskipun 79% organisasi memprioritaskan kedaulatan data, 62% di antaranya masih menjalankan beban kerja yang berbasis kontainer di public cloud, sehingga menciptakan “Sovereignty Debt” yang terus menumpuk.
Kontainerisasi semakin dipercepat sebagai fondasi bagi AI: Sebanyak 90% mengatakan bahwa AI memacu pengadopsian kontainer, sementara 89% memperkirakan tren kontainerisasi ini akan terus berkembang.
Hasil temuan ini menunjukkan adanya titik balik bagi industri layanan keuangan, di saat berbagai organisasi saling berlomba untuk meningkatkan skala penerapan AI di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan operasional.
Temuan tersebut mengungkapkan bahwa meskipun organisasi layanan keuangan mengadopsi AI dengan cepat, banyak di antaranya yang masih kesulitan untuk memperluas skala pemanfaatannya secara efektif karena aspek tata kelola, infrastruktur, dan kesiapan operasional mereka masih tertinggal.
Temuan-temuan utama seperti Shadow AI kian marak dan menimbulkan risiko yang signifikan: sebanyak 66% eksekutif IT melaporkan bahwa karyawan menggunakan AI yang tidak diizinkan resmi, sementara 86% di antaranya mengatakan bahwa fenomena tersebut menimbulkan risiko bisnis.
Tata kelola dan proses menjadi hambatan terbesar: Kompleksitas proses (38%) dan faktor organisasi, termasuk kepemimpinan dan keahlian (34%), lebih besar pengaruhnya dibandingkan keterbatasan teknis (28%) saat meningkatkan skala penerapan AI.
Kedaulatan data menciptakan ketegangan yang semakin meningkat: Meskipun 79% organisasi memprioritaskan kedaulatan data, 62% di antaranya masih menjalankan beban kerja yang berbasis kontainer di public cloud, sehingga menciptakan “Sovereignty Debt” yang terus menumpuk.
Kontainerisasi semakin dipercepat sebagai fondasi bagi AI: Sebanyak 90% mengatakan bahwa AI memacu pengadopsian kontainer, sementara 89% memperkirakan tren kontainerisasi ini akan terus berkembang.
Hasil temuan ini menunjukkan adanya titik balik bagi industri layanan keuangan, di saat berbagai organisasi saling berlomba untuk meningkatkan skala penerapan AI di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan operasional.
Lihat Juga :