Riset: Adopsi AI di Sektor Melesat Berbanding dengan Tata Kelola dan Kendala Infrastruktur
Selasa, 23 Juni 2026 - 09:41 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah upaya organisasi memacu implementasi, 68% mengakui bahwa infrastruktur mereka belum sepenuhnya siap untuk mendukung beban kerja AI secara on-premises, sementara hampir dua pertiga (64%) memilih untuk mengandalkan penyedia pihak ketiga untuk menjembatani kesenjangan tersebut.
Untuk beranjak dari sekadar tahap adopsi menuju penerapan skala besar, organisasi perlu menyelaraskan infrastruktur, tata kelola, dan proses operasional secara lebih padu demi memastikan AI dapat dijalankan secara aman sekaligus tunduk pada regulasi yang berlaku.
“Di saat lembaga keuangan menghadapi peningkatan risiko yang semakin besar terkait kedaulatan data dan penggunaan AI yang tidak diizinkan resmi, keberhasilan menuntut peralihan ke arah platform berbasis kontainer yang fleksibel, yang mampu menyatukan berbagai beban kerja di seluruh lingkungan hybrid.” tutur
Jay Tuseth, Vice President, APJ di Nutanix.
Untuk tahun kedelapan berturut-turut, Nutanix memprakarsai studi riset global untuk menilai kondisi adopsi cloud, kontainerisasi, dan penerapan aplikasi GenAI. Dilaksanakan pada November 2025 oleh Wakefield Research, survei ini mengumpulkan tanggapan dari 1.600 eksekutif di bidang cloud, TI, dan engineering dengan jabatan minimal setingkat manajer.
Para responden mewakili berbagai organisasi yang memiliki 500 karyawan atau lebih di sejumlah negara, meliputi Australia, Brasil, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Belanda, Kerajaan Arab Saudi, Singapura, Spanyol, Inggris Raya, dan Amerika Serikat.
Untuk beranjak dari sekadar tahap adopsi menuju penerapan skala besar, organisasi perlu menyelaraskan infrastruktur, tata kelola, dan proses operasional secara lebih padu demi memastikan AI dapat dijalankan secara aman sekaligus tunduk pada regulasi yang berlaku.
“Di saat lembaga keuangan menghadapi peningkatan risiko yang semakin besar terkait kedaulatan data dan penggunaan AI yang tidak diizinkan resmi, keberhasilan menuntut peralihan ke arah platform berbasis kontainer yang fleksibel, yang mampu menyatukan berbagai beban kerja di seluruh lingkungan hybrid.” tutur
Jay Tuseth, Vice President, APJ di Nutanix.
Untuk tahun kedelapan berturut-turut, Nutanix memprakarsai studi riset global untuk menilai kondisi adopsi cloud, kontainerisasi, dan penerapan aplikasi GenAI. Dilaksanakan pada November 2025 oleh Wakefield Research, survei ini mengumpulkan tanggapan dari 1.600 eksekutif di bidang cloud, TI, dan engineering dengan jabatan minimal setingkat manajer.
Para responden mewakili berbagai organisasi yang memiliki 500 karyawan atau lebih di sejumlah negara, meliputi Australia, Brasil, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Belanda, Kerajaan Arab Saudi, Singapura, Spanyol, Inggris Raya, dan Amerika Serikat.
(wbs)
Lihat Juga :