Aplikasi Nike dan Adidas Hilang di China, Ada Apa?

Rabu, 31 Maret 2021 - 19:01 WIB
loading...
Aplikasi Nike dan Adidas...
Logo dan Adidas. FOTO/ IST
A A A
BEIJING - Aplikasi Nike dan Adidas dilaporkan hilang di toko aplikasi di China, termasuk yang ada di ponsel Huawei dan Xiaomi.

Rupanya kedua aplikasi merek olahraga tersebut hilang setelah mereka menimbulkan kontroversi dengan membuat pernyataan yang mendiskriminasi material kapas yang diproduksi di Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, China.

Mengutip laman Global Times, Selasa (30/3/2021), seorang juru bicara dari Xiaomi mengonfirmasi aplikasi Nike dan Adidas, serta iklan mereka, telah dihapus dari toko aplikasi Xiaomi. Namun juru bicara tersebut menolak untuk membahas alasannya.

Aplikasi Nike dan Adidas juga dihapus dari toko aplikasi di ponsel Huawei, Oppo, dan Vivo, yang semuanya merupakan merek ponsel China.

Sementara itu, menurut analis teknologi independen Liu Dinding, penghapusan aplikasi kemungkinan besar mencerminkan pandangan toko aplikasi bahwa dengan mendiskriminasi kapas Xinjiang, merek tersebut melanggar kepentingan pelanggan dan melanggar perjanjian dengan toko aplikasi.

"Aplikasi hanya akan memenuhi syarat untuk diluncurkan kembali di toko aplikasi saat masalah tersebut ditangani," kata Liu.

Selain Nike dan Adidas, merek H&M juga melakukan langkah serupa. Pekan lalu H&M menyatakan tidak lagi memakai material kapas dari Xianjiang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Aplikasi Pengintai untuk...
Aplikasi Pengintai untuk Identifikasi Jenis Peralatan Militer Diluncurkan
DAMAC Digital Siap Jadikan...
DAMAC Digital Siap Jadikan Indonesia Kekuatan Digital Baru Asia
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
China Curigai Proses...
China Curigai Proses Pembelian Manus oleh Meta
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Adidas Trionda, Bola...
Adidas Trionda, Bola Resmi Piala Dunia 2026 yang Punya Teknologi Pintar
DSI Diminta Tak Kuasai...
DSI Diminta Tak Kuasai Perdagangan Sawit, Fokus ke Pengawasan Digital
Rekomendasi
Presiden KSPI: Said...
Presiden KSPI: Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Berita Terkini
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved